TREN.BISNISMARKET.COM - Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) menyuarakan keraguan atas klaim Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi ekonomi dari temuan cadangan emas dan mineral di Papua. Keraguan ini muncul karena pemerintah belum mempublikasikan data teknis yang rinci mengenai lokasi dan besaran sumber daya mineral yang dimaksud.
Direktur Eksekutif Pushep, Bisman Bhaktiar, menjelaskan bahwa dalam praktik pertambangan internasional, penilaian potensi ekonomi baru dapat dilakukan setelah tahapan eksplorasi yang memenuhi standar pelaporan sumber daya dan cadangan yang jelas.
"Hingga saat ini belum ada data resmi mengenai lokasi maupun besaran cadangan baru yang dimaksud. Dalam pertambangan itu potensi baru dapat dinilai setelah melalui tahapan eksplorasi. Kita tunggu saja pengumuman resmi pemerintah," ujar Bisman Bhaktiar kepada Bisnis pada Senin, 13 Juli 2026.
Lebih lanjut, Bisman Bhaktiar menekankan bahwa apabila hasil eksplorasi nantinya memang menunjukkan cadangan berskala besar, pengelolaannya harus tetap mengikuti mekanisme perizinan yang berlaku, yaitu melalui pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Ia berpandangan bahwa pengelolaan yang ideal untuk temuan sumber daya ini adalah oleh badan usaha milik negara. Badan usaha tersebut kemudian dapat menjalin kemitraan dengan investor maupun perusahaan swasta untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dan teknologi yang canggih.
Meskipun belum dapat menghitung nilai ekonominya secara pasti, Bisman Bhaktiar menilai bahwa proyek pengembangan sumber daya alam di Papua ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional jika berhasil dikelola dengan baik.
"Dapat meningkatkan penerimaan negara, devisa, investasi, menciptakan lapangan kerja, serta menghasilkan multiplier effect yang besar," ungkap Bisman Bhaktiar.
Media Bisnis telah berupaya menghubungi Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, serta Wakil Direktur Utama (Wadirut) MIND ID, Dany Amrul Ichdan, untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai temuan emas dan mineral di Papua. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan yang diberikan.
Pernyataan Presiden Prabowo mengenai temuan mineral baru di Papua ini memang memperkuat optimisme terhadap potensi perluasan basis sumber daya alam Indonesia. Hal ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri.