TREN.BISNISMARKET.COM - Spanyol berhasil mengukuhkan diri sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan final yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu. Momen penentuan ini terjadi pada Senin dini hari, (20/07).

Hasil yang diraih oleh timnas Spanyol ini ternyata selaras dengan prediksi yang telah dikeluarkan oleh sejumlah chatbot kecerdasan buatan terkemuka. Enam platform AI ternama, termasuk ChatGPT, Grok AI, hingga Gemini AI, telah mengunggulkan Spanyol sebelum pertandingan final dilangsungkan.

"Kalau ini benar-benar prediksi pribadiku, aku memilih Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2026," ujar ChatGPT, menjelaskan bahwa alasannya adalah Spanyol tampil sebagai tim yang paling komplet dalam turnamen tersebut.

Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Gemini AI. Platform ini menyoroti performa statistik Spanyol sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

"Secara statistik dan performa tim sepanjang turnamen, Spanyol adalah pilihan yang paling logis untuk diunggulkan menjadi juara Piala Dunia 2026," demikian tertulis dalam analisis Gemini AI.

Meskipun keenam chatbot AI sepakat menunjuk Spanyol sebagai juara, sumber analisis yang digunakan oleh masing-masing platform ternyata berbeda-beda. ChatGPT dan Gemini AI, misalnya, mendasarkan prediksinya pada ulasan dari berbagai sumber berita yang memuat analisis dari para pakar sepak bola.

Sementara itu, chatbot Perplexity memilih pendekatan yang berbeda dengan mengacu pada hasil analisis Superkomputer Opta. Sistem pemodelan data berbasis AI ini dikembangkan oleh perusahaan analisis olahraga ternama, Opta (Stats Perform).

Menariknya, akurasi prediksi chatbot AI ini hanya tepat pada penentuan pemenang turnamen. Untuk prediksi skor akhir pertandingan, mayoritas AI meleset dari kenyataan.

Sebagian besar chatbot memprediksi bahwa pertandingan final akan menghasilkan lebih dari satu gol. Prediksi umum yang sering muncul adalah skor 2-1 atau 2-0 untuk kemenangan Spanyol.