TREN.BISNISMARKET.COM - Harga ayam hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak dilaporkan mulai menunjukkan tren positif setelah mengalami pelemahan. Kondisi ini terjadi setelah libur sekolah dan periode bulan Suro yang sempat menekan permintaan pasar.
Pelaku usaha menilai berjalannya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan permintaan unggas. Program ini secara signifikan mempengaruhi pergerakan harga di tingkat peternak.
Anggota Gabungan Peternak Rakyat Solo Raya, Parjuni, menjelaskan bahwa pelemahan harga dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh kombinasi penurunan konsumsi masyarakat pada bulan Suro, khususnya di wilayah Jawa, dan berhentinya sementara operasional MBG. "Memang mungkin karena kemarin momen di bulan Juni yaitu Suro, kalau di Jawa kan sedikit turun, ditambah mungkin program MBG off kemarin. Jadi itu juga menjadikan demand dari masyarakat itu turun," ujarnya.
Kondisi pasar kini dilaporkan mulai membaik seiring dengan kembalinya aktivitas sekolah dan operasional dapur MBG. Hal ini memberikan angin segar bagi para peternak.
Harga telur di tingkat peternak yang sebelumnya sempat melorot ke kisaran Rp17.000-Rp18.000 per kilogram kini mengalami peningkatan menjadi sekitar Rp20.000-Rp21.000 per kilogram. Meskipun demikian, harga tersebut masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). "Kemarin itu harganya Rp17.000 sampai Rp18.000. Sampai dengan hari ini di kisaran Rp20.000 sampai Rp21.000. Jadi memang ada growth naik. Dulu itu kan ada program stunting. Barangkali nanti bisa dibikin pola yang sama," katanya.
Parjuni berharap pemerintah dapat kembali menjalankan program bantuan pangan yang melibatkan telur dan daging ayam. Ia mencontohkan keberhasilan program bantuan penanganan stunting pada tahun 2023 dan 2024.
Pada periode tersebut, Badan Pangan Nasional menugaskan ID FOOD untuk menyalurkan bantuan kepada sekitar 1,4 juta keluarga. Bantuan ini berupa satu kilogram daging ayam dan 10 butir telur setiap bulan selama tiga bulan, dengan melibatkan ribuan peternak rakyat.
Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa rencana pelaksanaan kembali bantuan pangan telur dan daging ayam masih menunggu keputusan dari rapat koordinasi terbatas pemerintah. "Bantuan pangan telur dan daging ayam, belum ada keputusan Rakortas. Tentu nanti kita masih perlu menunggu. Jika dimungkinkan diputuskan, tentu kita lakukan," ujarnya.
Ketut Astawa memastikan bahwa harga ayam dan telur di tingkat peternak mulai bergerak naik seiring dengan normalnya kembali permintaan dari MBG dan berakhirnya periode bulan Suro. "Jadi MBG itu ada pengaruhnya, dengan melewati bulan Suro sekaligus mulai masuk anak sekolah, MBG dimulai, ini merangkak sudah mulai naik. Tolong biarkan dulu peternak kita menikmati, sehingga mencapai harga acuan yang kita tetapkan," katanya.