TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mengintensifkan upaya percepatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Tol Bocimi), khususnya pada Seksi 3 yang membentang dari Cibadak hingga Sukabumi Barat. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk segera mengoperasikan ruas penting tersebut.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa percepatan tidak hanya menyangkut aspek fisik konstruksi semata. Pihaknya juga mendorong percepatan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait yang terlibat dalam proyek infrastruktur ini.

Dilansir dari akun Instagram resmi BPJT pada Senin (15/6/2026), otoritas ini terus mengupayakan penyelesaian pembangunan dengan melakukan koordinasi yang sangat intensif bersama seluruh pemangku kepentingan.

Penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, khususnya dengan pemerintah daerah setempat, dinilai sangat krusial. Hal ini diperlukan untuk memastikan ketersediaan material konstruksi yang memadai bagi kelancaran proyek di lapangan.

Data terbaru menunjukkan bahwa progres konstruksi untuk Seksi 3 Segmen Cibadak - Sukabumi kini telah berhasil mencapai angka 81,49%. Sementara itu, upaya pembebasan lahan untuk ruas tersebut dilaporkan telah mencapai 85,8%.

Saat ini, tantangan yang dihadapi pemerintah adalah perlunya penentuan lokasi tanah yang akurat untuk area timbunan dan galian. Penentuan ini esensial agar penerapan kemiringan lereng dapat memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.

"Meskipun masih terdapat tantangan, berbagai langkah percepatan terus dilakukan agar target peyelesaian konstruksi dapat tercapai," tambah Wilan Oktavian, menegaskan bahwa upaya mitigasi kendala terus berjalan.

Sebelumnya, kontraktor pelaksana, PT Trans Jabar Tol (TJT), telah menetapkan target ambisius untuk penyelesaian Seksi 3 Ruas Tol Cibadak – Sukabumi Barat. Target penyelesaian konstruksi direncanakan pada pertengahan tahun 2026.

Direktur Utama PT TJT, Abdul Hakim, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mengebut pembangunan agar sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati bersama otoritas.