TREN.BISNISMARKET.COM - Proyek Jalan Tol Gedebage—Tasikmalaya—Cilacap (Tol Getaci), yang digadang-gadang akan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia, kini menghadapi tantangan signifikan dalam menarik investor. Hal ini mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan tinjauan mendalam bersama Kementerian Keuangan.
Langkah restrukturisasi paket lelang ini diambil menyusul minimnya minat dari calon investor dalam proses lelang yang telah dijalani berulang kali. Ketiadaan investor menjadi perhatian utama dalam percepatan pembangunan tol yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU, Dedy Gunawan, mengidentifikasi beberapa faktor penyebab minimnya ketertarikan investor. Salah satunya adalah adanya pergeseran proyeksi volume lalu lintas di jalur yang direncanakan.
Selain itu, dinamika ekonomi makro yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir juga dinilai turut mempengaruhi kelayakan finansial proyek tol ini. Proyek yang awalnya diinisiasi melalui skema pemrakarsa (unsolicited) ini membutuhkan kalkulasi ulang yang cermat.
"Kemarin kan kita coba unbundling sampai Tasikmalaya, nanti mungkin akan kita cek lagi apakah masih feasible atau enggak, karena kan kemarin ada kasus Covid, ada kenaikan harga BBM itu kan pasti memengaruhi," ujar Dedy Gunawan.
Pemerintah menargetkan proses peninjauan ulang dan restrukturisasi proyek jalan tol sirip Trans-Jawa ini akan memakan waktu selama satu tahun penuh. Kompleksitas dalam kalkulasi ulang kelayakan investasi menjadi alasan utama estimasi rampungnya evaluasi pada tahun 2027.
"Kalau enggak salah 1 tahun deh, sampai 2027 ya berarti sampai tahun depan ya, direviu dulu karena kemarin kan enggak ada peminat, jadi kita reviu. Kita restruct project-nya," pungkas Dedy Gunawan.
Dalam agenda restrukturisasi ini, Kementerian PU akan mengkaji kembali format pemaketan proyek tol. Pilihan antara tetap memecah proyek (unbundling) atau menggabungkannya kembali (bundling) akan dievaluasi secara mendalam.
Format pemaketan yang paling tepat diharapkan mampu membangkitkan kembali minat para investor potensial serta lembaga pembiayaan. Hal ini krusial untuk mewujudkan pembangunan Tol Getaci yang telah lama dinantikan.