TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan Gihon dengan kode saham GHON telah menetapkan target ambisius terkait pertumbuhan bisnis mereka dalam beberapa tahun ke depan. Target utama perusahaan adalah mencapai total 1.820 tenancy yang harus terealisasi pada penghujung tahun 2026.

Target ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan proyeksi tahun sebelumnya. Secara spesifik, pertumbuhan yang diharapkan pada tahun 2026 adalah sebesar 6,7% dibandingkan dengan pencapaian yang ditargetkan pada tahun 2025.

Untuk mendukung agenda ekspansi yang terukur ini, pihak manajemen GHON telah mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang substansial. Anggaran yang dipersiapkan untuk kebutuhan investasi ini mencapai nominal Rp150 miliar.

Meskipun alokasi dana besar telah disiapkan, strategi ekspansi yang akan dijalankan oleh Gihon diklaim akan dilakukan dengan pendekatan yang lebih hati-hati. Hal ini mengindikasikan adanya pertimbangan risiko yang matang dalam setiap langkah pengembangan bisnis mereka.

"GHON menargetkan 1.820 tenancy pada 2026, naik 6,7% dari 2025," ujar Direktur Utama Gihon dalam pemaparan strategisnya.

Lebih lanjut, mengenai alokasi dana, manajemen menekankan bahwa belanja modal yang disiapkan sebesar Rp150 miliar tersebut akan digunakan secara efisien. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjaga kesehatan finansial sambil tetap berinovasi.

"Perusahaan mengalokasikan Rp 150 miliar capex, namun ekspansi lebih prudent," tambah manajemen Gihon, menegaskan bahwa pertumbuhan tidak akan mengorbankan kehati-hatian finansial.

Strategi "prudent" atau lebih berhati-hati ini menunjukkan bahwa GHON akan memprioritaskan kualitas pertumbuhan dan keberlanjutan operasional dibandingkan hanya mengejar volume semata.

Rencana ini diharapkan dapat memperkuat posisi pasar Gihon di tengah dinamika industri yang terus berubah, memastikan bahwa target 1.820 tenancy dapat dicapai dengan fondasi yang kuat.