TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan rintisan pertahanan terbesar di dunia asal Amerika Serikat, Anduril, dilaporkan mulai melakukan penjajakan serius untuk membangun operasinya di Israel. Langkah ini merupakan bagian dari upaya ekspansi global terbaru dari perusahaan teknologi militer tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh media Israel Calcalist, Anduril sedang dalam tahap diskusi untuk menunjuk seorang manajer lokal. Tugas utama manajer ini adalah membangun jaringan dengan berbagai startup di Israel sekaligus mencari peluang kemitraan strategis yang potensial.
Dalam beberapa pekan terakhir, Anduril diketahui telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah kandidat potensial. Pertemuan tersebut melibatkan tokoh dari Elbit Systems serta perwakilan dari Direktorat Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DDR&D) di bawah Kementerian Pertahanan Israel.
Selain fokus pada perekrutan dan kemitraan, Anduril juga sedang mempertimbangkan pembentukan pusat pengembangan teknis di Israel. Perusahaan ini juga berencana merekrut tenaga kerja lokal untuk mendukung seluruh operasional yang akan dijalankan di negara tersebut.
Anduril dikenal sebagai pengembang sistem udara nirawak (drone), platform otonom, dan perangkat robotika militer yang canggih. Perusahaan ini baru-baru ini mengamankan pendanaan sebesar US$ 5 miliar, yang menempatkan valuasi perusahaan pada angka mencapai US$ 61 miliar.
Putaran pendanaan besar tersebut dipimpin oleh perusahaan modal ventura terkemuka, Andreessen Horowitz, dan Thrive Capital. Thrive Capital sendiri didirikan oleh Josh Kushner, yang merupakan saudara dari Jared Kushner.
Perusahaan ini didirikan pada tahun 2017 oleh Palmer Luckey, seorang pengusaha teknologi yang saat itu baru berusia dua puluhan. Sebelum mendirikan Anduril, Luckey telah sukses menjual perusahaan realitas virtual Oculus VR kepada Facebook senilai transaksi US$ 2 miliar pada tahun 2014.
Saat ini, Anduril telah bertransformasi menjadi salah satu pemasok utama dalam industri pertahanan Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya. Hanya sedikit perusahaan, seperti Palantir Technologies, yang berhasil mencapai posisi strategis serupa dengan Anduril.
Performa finansial perusahaan menunjukkan pertumbuhan signifikan, di mana pada tahun 2025 perusahaan membukukan pendapatan US$ 2,2 miliar dan mempekerjakan sekitar 7.000 karyawan. Angka ini meningkat tajam dari hanya sekitar 90 pegawai yang dimiliki pada tahun 2019.