TREN.BISNISMARKET.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah merencanakan transformasi besar-besaran untuk Stasiun Gambir, yang selama ini hanya berfungsi sebagai terminal kereta api jarak jauh (KAJJ). Rencana ambisius ini bertujuan mengubah wajah stasiun menjadi pusat konektivitas yang terintegrasi sekaligus menjadi "teras" bagi ikon nasional, Monumen Nasional (Monas).
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa renovasi ini bukan sekadar meningkatkan fungsi transportasi. Stasiun Gambir baru akan dirancang sebagai panggung atraksi yang memungkinkan masyarakat menikmati keindahan Monas dan lingkungan sekitarnya.
"Jadi, pelanggan yang datang dia tidak hanya akan naik kereta, dia akan menikmati Monas. Dia akan menikmati yang namanya surroundings-nya Monas. Dia akan menikmati yang namanya nanti Stasiun New Gambir ini," ujar Bobby Rasyidin kepada wartawan saat perjalanan kereta luar biasa dari Yogyakarta menuju Gambir pada Rabu (8/7/2026).
Inisiatif ini muncul karena Monas, yang merupakan panggung Indonesia, belum memiliki teras atau area publik yang memadai untuk bersantai dan menikmati ikon tersebut, mengingat lokasinya yang dikelilingi gedung perkantoran. Konsep pengembangan ini telah dipaparkan secara bertahap kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari penataan transportasi publik di Pusat Jakarta.
Bobby Rasyidin menegaskan bahwa fokus utama pengembangan ini mencakup pengalaman perjalanan pelanggan (in journey experience), keramahan (hospitality), pariwisata (tourism), atraksi (attraction), dan hiburan (amusement).
Pemugaran Stasiun Gambir ini diperkirakan akan menelan anggaran sekitar Rp1 triliun, dan menariknya, seluruh biaya akan ditanggung oleh KAI sendiri tanpa menggunakan kas negara. "Anggarannya KAI, anggaran dari pemerintah tidak ada. [Biayanya] sekitar Rp 1 triliun karena ini adalah murni bisnis," tuturnya.
Selain mempercantik fasilitas utama, KAI juga berencana membangun peron khusus untuk layanan commuter line atau Kereta Rel Listrik (KRL) agar KRL dapat berhenti di Stasiun Gambir. Hal ini diharapkan mempermudah akses masyarakat menuju kawasan Monas.
Lebih lanjut, integrasi transportasi akan diperkuat dengan pembangunan terowongan (tunnel) yang akan menghubungkan Stasiun Gambir langsung dengan Stasiun MRT Monas. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengakses Monas dan Stasiun Gambir (untuk KAJJ dan KRL) tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi.
"Saya sudah bicara dengan Gubernur DKI Jakarta [Pramono Anung]. Semua bisa diakses oleh rakyat ke sana. [Target rampung] 2028," jelas Bobby Rasyidin mengenai target waktu penyelesaian proyek ini.