TREN.BISNISMARKET.COM - Dunia otomotif global terus bergerak menuju adopsi teknologi injeksi elektronik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Namun, Suzuki Smash 2026 justru mengambil jalur berbeda dengan mempertahankan sistem bahan bakar karburator pada motor bebek ikonik tersebut.

Motor bebek yang pernah populer di Indonesia ini dilaporkan masih eksis dan memiliki basis penggemar yang kuat, khususnya di pasar Filipina. Keberadaan Smash 2026 ini menjadi perbincangan menarik dalam lanskap pasar motor bebek saat ini.

Alasan utama di balik keputusan mempertahankan karburator adalah kemudahan yang ditawarkan kepada para mekanik dan penggemar kustomisasi. Sistem ini dianggap lebih sederhana untuk diatur performanya tanpa memerlukan perangkat pemetaan elektronik yang kompleks.

"Bagi para pencinta kecepatan, sistem karburator menawarkan kemudahan dalam mengatur performa mesin tanpa perlu alat pemetaan elektronik yang rumit," demikian dikutip dari Suara. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik Smash terletak pada kemudahan modifikasi manual yang terjangkau.

Secara teknis, Suzuki Smash 2026 dibekali mesin empat langkah SOHC berkapasitas 109,7cc dengan dua katup. Jantung pacu ini mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 5,6 kW pada putaran 7.000 rpm dan torsi puncak 9,0 Nm pada 4.000 rpm.

Motor ini juga mempertahankan ciri khas klasik lainnya, yakni sistem pengapian yang masih menggunakan teknologi CDI, dipadukan dengan sistem pendingin udara. Kapasitas tangki bahan bakarnya terbilang standar, yaitu sebesar 4,5 liter.

Di pasar Filipina, motor ini ditawarkan dalam dua varian harga yang berbeda, mencerminkan pilihan fitur yang disajikan kepada konsumen. Varian pertama menggunakan pelek jari-jari dan rem tromol, dibanderol sekitar 64.400 Peso Filipina.

Varian kedua hadir dengan pelek racing dan dilengkapi rem cakram pada bagian depan, dijual sedikit lebih mahal yakni 69.400 Peso Filipina saat artikel ini dipublikasikan pada 24 Mei 2026 pukul 15:40.

Jika motor ini masuk ke pasar Indonesia, Smash 2026 akan langsung bersaing ketat dengan penguasa segmen bebek ekonomis, yaitu Honda Revo. Honda Revo sudah mengadopsi teknologi PGM-FI yang lebih modern dan efisien.