TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini sedang intensif membahas rencana penyesuaian tarif untuk layanan transportasi terintegrasi Transjabodetabek. Pembahasan krusial ini melibatkan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta sebagai mitra strategis dalam pengambilan kebijakan.

Proses pengambilan keputusan mengenai kenaikan tarif ini masih berjalan di tingkat internal eksekutif dan legislatif ibu kota. Keputusan final mengenai besaran tarif baru tersebut akan diumumkan kepada publik setelah adanya kesepakatan antara Pemprov dan DPRD.

Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta pada hari Senin. Ia menegaskan bahwa finalisasi pembahasan harus dilakukan sebelum tarif baru tersebut dapat diberlakukan.

"Sekarang ini sedang dalam pembahasan dengan DPRD, nanti setelah final dengan DPRD akan kami umumkan," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Gubernur Pramono telah memberikan jaminan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan secara mendalam setiap aspek penyesuaian tarif. Pertimbangan utama adalah memastikan kenaikan harga tidak mendorong warga kembali beralih ke moda transportasi pribadi.

Komitmen Pemprov DKI adalah menjadikan Jakarta sebagai kota yang nyaman untuk semua warganya, termasuk dalam hal mobilitas perkotaan. Oleh karena itu, besaran tarif baru Transjabodetabek akan dikaji dengan sangat hati-hati sebelum diresmikan.

Meskipun ada kemungkinan penyesuaian tarif, Pemprov DKI juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara paralel. Hal ini mencakup penambahan armada bus untuk menjaga kenyamanan dan mengurangi kepadatan penumpang.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, mengonfirmasi bahwa proses penentuan tarif masih terus berjalan dan belum mencapai titik akhir. Ia menyerahkan sepenuhnya pengumuman resmi kepada Gubernur DKI Jakarta.

“Masih pembahasan. Nanti Pak Gubernur yang akan sampaikan,” kata Welfizon di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/6).