TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah temuan ilmiah yang mendalam menyoroti potensi bencana besar yang mengintai di bawah permukaan California Selatan, Amerika Serikat. Persimpangan dua sistem patahan paling kuat di negara tersebut kini menahan beban tekanan tektonik yang diklaim sebagai yang tertinggi dalam kurun waktu satu milenium terakhir.
Penelitian krusial ini, yang dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research, memfokuskan perhatian pada wilayah Cajon Pass. Lokasi strategis ini hanya berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat kota Los Angeles, menjadikannya titik kritis penentu skala potensi gempa bumi yang mengancam jutaan penduduk.
Dua raksasa geologi yang menjadi subjek studi ini adalah Patahan San Andreas dan Patahan San Jacinto. Kedua patahan ini secara historis dikenal sebagai sumber utama gempa bumi besar di wilayah barat Amerika Serikat.
Ironisnya, segmen-segmen utama dari kedua patahan tersebut telah mengalami periode "ketenangan" yang panjang, tanpa gempa berskala besar selama lebih dari satu abad. Masa damai geologis inilah yang justru memicu akumulasi energi berbahaya di bawah tanah.
Selama periode non-aktif tersebut, tekanan tektonik terus menumpuk tanpa terlepas, mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan pada segmen-segmen utama patahan. Akumulasi energi ini secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya gempa bumi yang berpotensi mematikan di salah satu area paling padat penduduk di Amerika Serikat.
Cajon Pass memegang peranan unik sebagai titik temu vital, yaitu pertemuan antara segmen Mojave Selatan dan San Bernardino Utara dari Patahan San Andreas, serta segmen San Jacinto Bernardino dari Patahan San Jacinto.
Para peneliti menggunakan simulasi komputer canggih untuk merekonstruksi pergerakan patahan selama 1.000 tahun terakhir guna mengukur tingkat tekanan yang terakumulasi pada ketiga segmen tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa segmen San Jacinto Bernardino mencatat nilai tekanan tertinggi yakni 3,6.
"Hasilnya, segmen San Jacinto Bernardino memiliki nilai tekanan tertinggi yaitu 3,6, diikuti segmen Mojave Selatan sebesar 2,8 dan segmen San Bernardino Utara sebesar 1,8," demikian temuan yang diungkapkan dalam studi tersebut. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa persimpangan patahan ini berada dalam kondisi paling "kencang" sepanjang seribu tahun terakhir.
Studi ini juga mengungkap adanya pergerakan berbahaya di Cajon Pass, yang oleh para ahli dijuluki sebagai "gerbang gempa". Julukan ini merujuk pada peran sentral titik tersebut dalam menentukan skala bencana.