TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta, CNBC Indonesia - Seiring meningkatnya popularitas mobil listrik di Indonesia, pertanyaan mengenai keamanannya masih kerap muncul di benak masyarakat. Kekhawatiran ini beralasan, namun kenyataannya, mobil listrik modern telah dibekali teknologi yang setara, bahkan lebih, dibandingkan kendaraan konvensional.

Kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia wajib melalui proses homologasi ketat. Proses ini memastikan kesesuaian dengan standar kompatibilitas elektromagnetik (EMI/EMC), termasuk regulasi internasional seperti UNECE R10 dari Eropa dan AIS-004 dari India.

Standar tersebut mengharuskan seluruh komponen kelistrikan dan elektronik pada mobil listrik, mulai dari unit kontrol hingga sistem komunikasi, memiliki ketahanan terhadap gangguan elektromagnetik eksternal. Selain itu, emisi elektromagnetik yang dihasilkan juga harus tetap dalam batas yang diizinkan.

Lebih lanjut, dalam berbagai uji tabrak, mobil listrik seringkali menunjukkan performa gemilang. Peringkat tinggi diraih dalam kategori perlindungan tabrakan frontal, samping, keselamatan penumpang anak, hingga perlindungan bagi pejalan kaki.

Produsen mobil listrik juga telah menyematkan sistem manajemen baterai (BMS) yang canggih. Sistem ini secara aktif memantau kinerja dan suhu baterai, sebuah langkah krusial untuk mencegah potensi risiko overheating yang dapat berujung pada kebakaran.

"Mobil listrik memiliki keamanan berlapis, mulai dari baterai hingga sistem pengeremannya, yang membuatnya aman digunakan di jalan raya," terang pakar otomotif dan akademisi ITB, Yannes Pasaribu.

"Battery Management System (BMS) sesuai ISO 6469-1 memantau setiap sel baterai secara real-time, kontaktor tegangan tinggi siap memutus sirkuit saat anomali, dan sistem pengereman tetap berfungsi meski powertrain mati," lanjutnya.

Yannes menambahkan, "Kontaktor tegangan tinggi memutus sirkuit saat tabrakan per ISO 6469-3, melindungi penumpang. Sistem pengereman memiliki redundansi hidrolik sesuai UN R13-H, tetap berfungsi tanpa daya listrik. Kemudi EPS dilengkapi dual-circuit backup per ISO 26262."

"Setir mobil listrik juga sudah dilengkapi dengan dual-circuit yang memenuhi ISO 26262, serta ketahanan baterai yang telah diuji dalam situasi buruk sekalipun dan terbukti tetap aman," jelas Yannes.