TREN.BISNISMARKET.COM - Federal Reserve Amerika Serikat kini menyoroti perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) sebagai elemen krusial dalam perumusan kebijakan moneter. Fenomena ini muncul sebagai perhatian baru yang signifikan bagi bank sentral AS dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, mengungkapkan bahwa investasi masif dalam teknologi AI berpotensi merombak lanskap produktivitas, pasar tenaga kerja, dan yang terpenting, dinamika inflasi. Perubahan struktural ini menjadi fokus utama mandat bank sentral.

Dalam penyampaian laporan kebijakan moneter semesteran di hadapan Kongres AS, Warsh menyoroti bagaimana investasi AI telah menjadi pendorong utama belanja modal di kalangan pelaku usaha di Amerika Serikat. Pembangunan pusat data serta kebutuhan infrastruktur pendukung AI memicu lonjakan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut data yang disampaikan, investasi peralatan secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan sekitar 8% dalam periode empat kuartal hingga kuartal I 2026. Secara spesifik, belanja pada sektor teknologi tinggi mengalami lonjakan signifikan, mencapai hampir 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kami belum mengetahui sejauh mana perekonomian akan memperoleh manfaat dari pembangunan AI. Namun, yang sekarang disebut investasi AI pada akhirnya hanya akan disebut sebagai investasi," ujar Kevin Warsh.

Perkembangan AI tidak hanya membuka potensi pertumbuhan ekonomi baru, namun juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi bank sentral dalam upaya menjaga stabilitas harga dan pasar tenaga kerja. Menyadari hal ini, Federal Reserve membentuk sebuah gugus tugas khusus.

Gugus tugas ini memiliki mandat untuk mengkaji secara mendalam dampak teknologi AI terhadap produktivitas nasional, penciptaan lapangan kerja, serta implikasinya terhadap pelaksanaan mandat utama bank sentral.

Kevin Warsh menekankan bahwa investasi AI dalam skala besar ini dapat menciptakan perubahan struktural yang berbeda dari gelombang kemajuan teknologi sebelumnya. Ia membandingkan potensi dampaknya dengan evolusi teknologi yang telah disaksikan sepanjang hidupnya.

"Kami telah mengalami berbagai kemajuan teknologi sepanjang hidup kami. Namun, melihat besarnya investasi yang terjadi saat ini serta potensi perubahan dalam cara dan kecepatan inovasi, kami mungkin sedang menghadapi perubahan dalam skala yang berbeda," jelas Warsh.