TREN.BISNISMARKET.COM - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) yang beroperasi dengan nama InJourney Airports sedang gencar melaksanakan upaya pemolesan citra dan peningkatan kualitas di sejumlah gerbang udara nasional. Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi seluruh pengguna bandara.
Fokus pengembangan pada tahun ini menyasar sedikitnya empat bandara penting di Indonesia. Keempat lokasi tersebut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Minangkabau Padang, dan Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur dan fasilitas ini dilaksanakan secara spesifik untuk mengutamakan pengalaman pengguna bandara secara menyeluruh. Upaya ini juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai sebagai bandara tersibuk.
Data per April 2026 menunjukkan tingginya volume pergerakan penumpang, di mana Bandara Soekarno-Hatta mencatat 1,26 juta keberangkatan, sedangkan Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani 301.620 penumpang keberangkatan. Kedua bandara ini diharapkan menjadi tolok ukur (benchmark) standar pelayanan bagi bandara lain di Nusantara.
"Esensi dari transformasi adalah terus bergerak dan berubah untuk lebih baik. Transformasi InJourney Airports tidak pernah berhenti, melainkan terus dilakukan berkelanjutan untuk peningkatan standar pelayanan kepada pengunjung bandara dan penumpang pesawat," ujar Mohammad R. Pahlevi dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (19/6/2026).
Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pengembangan difokuskan pada peningkatan kapasitas hingga mencapai 32 juta penumpang per tahun melalui optimalisasi pier keberangkatan internasional dan pembangunan jembatan penghubung antarterminal (connecting bridge). Selain itu, revitalisasi fasilitas penunjang dan pelayanan juga menjadi prioritas utama.
Pahlevi memprediksi bahwa pembangunan connecting bridge antara terminal internasional dan domestik akan memberikan efisiensi waktu yang signifikan bagi penumpang saat proses check-in. Sementara itu, pengembangan di Bandara Soekarno-Hatta meliputi beautifikasi lanjutan pada Terminal 3 dan Revitalisasi Terminal 1A.
Pada Terminal 3 Soekarno-Hatta, pemolesan mencakup seluruh fasad tenant komersial, area boarding gate, interior check-in, serta penambahan fasilitas baru seperti game corner di boarding lounge penerbangan internasional. Revitalisasi Terminal 1A ditargetkan meningkatkan kapasitas menjadi 10 juta penumpang per tahun dengan dilengkapi 36 unit konter check-in baru.
"Setelah revitalisasi, Terminal 1A hadir dengan wajah baru, standar pelayanan yang jauh lebih baik didukung fasilitas lebih lengkap dan modern untuk seamless journey experience," tegas Mohammad R. Pahlevi. Penambahan jumlah conveyor belt bagasi dari lima menjadi tujuh unit juga dilakukan untuk melayani hingga 3.500 bagasi secara simultan, serta perluasan area komersial menjadi 6.300 meter persegi.