TREN.BISNISMARKET.COM - Pasar properti di Jakarta menunjukkan performa yang relatif stabil selama kuartal pertama tahun 2026. Kondisi ekonomi yang masih menuntut kehati-hatian dari para konsumen menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian properti di awal tahun ini.

Minat pembeli saat ini cenderung terkonsentrasi pada jenis unit tertentu, yaitu apartemen yang sudah siap untuk segera dihuni. Keputusan ini didasarkan pada kebutuhan akan kepastian waktu serah terima unit oleh pengembang.

Pergeseran tren ini juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan insentif yang diberikan oleh pemerintah. Insentif ini menawarkan keuntungan finansial yang lebih konkret dan cepat dirasakan oleh calon pembeli di tengah ketidakpastian ekonomi.

Menurut data terbaru yang dihimpun oleh Colliers Indonesia, tercatat hampir 300 unit apartemen berhasil terjual dalam kurun waktu tiga bulan pertama tahun 2026. Angka ini memberikan gambaran mengenai kondisi permintaan di sektor hunian vertikal ibu kota.

Fakta menarik dari penjualan tersebut adalah kontribusi signifikan dari unit yang sudah berada dalam kondisi siap huni. "Menariknya, sekitar separuh dari total transaksi tersebut berasal dari unit yang sudah siap dihuni," demikian informasi yang diperoleh dari Colliers Indonesia.

Tren yang terjadi ini sangat selaras dengan berlakunya kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen. Insentif ini telah ditetapkan untuk dapat berlaku sepanjang tahun 2026, memberikan kepastian bagi konsumen.

Insentif PPN DTP tersebut memberikan keuntungan finansial yang lebih langsung bagi calon pembeli. Hal ini menjadi pertimbangan yang lebih menarik dibandingkan dengan mereka yang memilih untuk membeli proyek apartemen yang masih dalam tahap pembangunan.

Kepastian serah terima yang ditawarkan oleh unit siap huni menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang ingin segera menempati properti mereka. Kepastian ini mengurangi risiko penundaan yang sering terjadi pada proyek yang belum rampung.

Dilansir dari PropertiTerkini.com, kondisi pasar ini menunjukkan bahwa konsumen lebih memprioritaskan keamanan investasi dan penggunaan properti segera. Keputusan ini mencerminkan adaptasi pasar terhadap kondisi makroekonomi saat ini.