TREN.BISNISMARKET.COM - Ancaman siber baru bernama RedHook dilaporkan telah menyasar pengguna ponsel Android di Indonesia, menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan data pribadi dan finansial. Malware ini memiliki kemampuan yang sangat mengkhawatirkan, yaitu dapat mengambil alih kendali penuh atas perangkat.
Kemampuan utama dari malware RedHook adalah kemampuannya untuk mencuri uang yang tersimpan di rekening bank milik para korbannya. Modus operandi yang digunakan sangat canggih dan dirancang untuk mengelabui pengguna.
Perusahaan riset keamanan siber terkemuka, Group-IB, telah merinci bagaimana malware jenis Trojan Akses Jarak Jauh (RAT) ini berhasil menyusup ke dalam ponsel para korban. Proses penyerangan dimulai dengan pengiriman tautan atau "klik" yang harus diakses oleh korban.
MPV Premium XPeng X9 Alami Keluhan Suspensi Misterius Saat Gelombang Panas Menerpa Tiongkok
Tautan berbahaya tersebut biasanya dikirimkan melalui berbagai kanal komunikasi, seperti pesan teks, panggilan telepon, surel, maupun melalui platform media sosial. Tujuannya adalah untuk mengarahkan korban ke situs web yang mencurigakan.
Situs web yang disajikan kepada korban dirancang agar terlihat sangat mirip dengan tampilan resmi Google Play Store. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesan legitimasi agar korban tidak ragu untuk mengunduh.
Setelah korban berhasil mengunduh dan menginstal file APK berbahaya tersebut, malware akan segera meminta izin Aksesibilitas. Permintaan ini dibuat seolah-olah sangat penting dan diperlukan agar aplikasi dapat berfungsi secara normal, sehingga korban cenderung memberikan izin.
Dengan mendapatkan izin Aksesibilitas, malware RedHook memiliki kekuatan untuk mengaktifkan Wireless ADB (Android Debug Bridge). Fitur ini kemudian digunakan oleh pelaku untuk melakukan serangkaian penipuan keuangan yang sangat merugikan korban, bahkan tanpa disadari oleh pemilik perangkat.
Seluruh rangkaian proses tersebut memungkinkan trojan untuk mengambil alih kendali perangkat secara penuh. Yang lebih mengkhawatirkan, virus ini memiliki kemampuan untuk tidak dapat dihapus dari perangkat dan mampu mengelabui sistem agar terus berjalan sepanjang waktu, membuatnya sangat sulit dideteksi.
Awalnya, malware RedHook diketahui telah menargetkan masyarakat di negara asalnya, Vietnam. Namun, kini telah terkonfirmasi bahwa jangkauannya telah meluas hingga ke wilayah Indonesia.