TREN.BISNISMARKET.COM - XL Axiata, melalui entitasnya, kini siap mengukuhkan posisinya di garda terdepan pengembangan infrastruktur telekomunikasi Indonesia. Kemenangan mereka dalam lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi tonggak penting yang membuka peluang ekspansi jaringan 4G dan 5G secara masif.
Keputusan penting ini disahkan pada tanggal 23 Juli 2026, menandai babak baru bagi XL Axiata dalam usahanya memperluas cakupan layanan telekomunikasi di seluruh penjuru negeri.
"Spektrum 700 MHz akan digunakan untuk memperluas cakupan (coverage), sedangkan spektrum 2,6 GHz akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas," demikian penjelasan mengenai strategi pemanfaatan frekuensi baru tersebut.
Penambahan alokasi spektrum ini dipandang sebagai sumber daya krusial yang akan mendukung penuh pengembangan jaringan 5G, baik untuk kebutuhan saat ini maupun di masa mendatang.
XL Axiata menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan mengembangkan layanan 5G. "Pokoknya sekarang basisnya kan 4G dan 5G kan, kita sekarang menggeber 5G-nya ya, prioritasnya untuk pengembangan 5G," demikian pernyataan yang disampaikan.
Saat ini, layanan 5G XL Axiata telah menjangkau lebih dari 43 kota dan kabupaten di Indonesia, dengan target ambisius untuk memperluas jangkauan hingga 88 kota pada akhir tahun ini.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah resmi mengumumkan tiga operator seluler sebagai pemenang lelang, yaitu XL Axiata, Telkomsel, dan Indosat Ooredoo Hutchison.
Dalam pembagian frekuensi 700 MHz, XL Axiata berhasil mendapatkan alokasi sebesar 30 MHz, sementara Telkomsel memperoleh 20 MHz, dan Indosat Ooredoo mendapatkan 20 MHz.
Sementara itu, pada frekuensi 2,6 GHz, Telkomsel mendapatkan blok terbesar dengan 80 MHz, diikuti oleh Indosat Ooredoo Hutchison sebesar 60 MHz, dan XL Axiata memperoleh 50 MHz.