TREN.BISNISMARKET.COM - YouTube mengumumkan pembaruan signifikan pada kebijakan monetisasi Program Mitra YouTube (YPP). Perubahan ini bertujuan untuk memperjelas kategori konten yang tidak lagi memenuhi syarat untuk mendapatkan penghasilan dari platform.

Langkah ini diambil untuk mengatasi maraknya konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) namun memiliki kualitas rendah. YouTube ingin memastikan bahwa monetisasi hanya diberikan kepada konten yang menunjukkan usaha, orisinalitas, dan kreativitas.

"Terkadang video-video itu bagus dan benar-benar meningkatkan kreativitas. Dan Anda bisa membuat konten berkualitas tinggi dalam jumlah lebih banyak. Ini yang ingin kami dorong dan miliki di YPP," jelas Kepala Kepercayaan dan Keamanan YouTube, Matt Halprin.

Matt Halprin menambahkan, "Namun alat baru yang sama itu juga memungkinkan membuat video dengan cepat yang sangat mirip. Video itu sangat umum dan tidak punya alur naratif serta tidak menunjukkan kreativitas. Jadi teknologi yang sama memungkinkan hal-hal hebat, namun juga memungkinkan hal-hal bersifat penambangan konten dan itu yang tidak kami inginkan di YPP."

Salah satu kategori konten yang kini dikecualikan dari YPP adalah materi yang bersifat berulang. Ini mencakup konten yang dibuat menggunakan AI, CGI, atau templat tanpa sentuhan orisinalitas yang berarti.

Kebijakan baru ini juga berlaku untuk video tutorial yang hanya mereproduksi konten yang sudah ada. Konten yang tidak memberikan nilai tambah atau perspektif baru akan kehilangan hak monetisasinya.

YouTube juga akan meninjau konten yang dirancang untuk membangkitkan kesedihan atau memanipulasi emosi penonton demi meningkatkan jumlah tayangan. Contohnya adalah video yang menampilkan hewan dalam kesulitan lalu diselamatkan.

Kanal yang secara konsisten memproduksi konten-konten semacam ini akan dihapus dari YPP. YouTube menegaskan bahwa peninjauan ini berlaku bahkan jika konten tersebut tidak sepenuhnya dibuat oleh AI.

Terakhir, konten yang menggunakan persona AI atau representasi seseorang yang nyata namun dibuat oleh AI juga dikecualikan. YouTube tidak akan memberikan insentif finansial bagi kreator dengan persona AI untuk membahas topik sensitif.