TREN.BISNISMARKET.COM - Pada Rabu, 22 Juli 2026, pasar tradisional di seluruh Indonesia menyaksikan dinamika harga pangan yang cukup beragam. Sejumlah komoditas utama mengalami penurunan, sementara yang lain terpantau merangkak naik, menciptakan gambaran pasar yang dinamis bagi para pembeli.

Penurunan harga yang cukup signifikan terlihat pada kelompok bawang, baik bawang merah maupun bawang putih ukuran sedang. Hal ini menjadi kabar baik bagi rumah tangga yang kerap menggunakan kedua bumbu dapur esensial ini dalam keseharian mereka.

Sementara itu, sebagian besar jenis cabai juga terpantau mengalami tren penurunan harga. Komoditas seperti cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah tercatat mengalami pelemahan harga di pasaran.

Namun, di tengah tren penurunan tersebut, cabai rawit hijau justru menunjukkan geliat kenaikan harga. Kenaikan ini perlu dicermati mengingat perannya dalam berbagai hidangan kuliner Indonesia yang pedas.

Di sektor protein hewani, harga telur ayam ras segar dilaporkan masih melanjutkan tren kenaikan. Kenaikan ini menambah daftar komoditas yang harganya bertambah menjelang akhir bulan Juli.

Minyak goreng curah juga terpantau mengalami sedikit kenaikan harga. Kendati demikian, minyak goreng kemasan bermerek justru menunjukkan tren penurunan, memberikan variasi pilihan bagi konsumen.

Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada hari yang sama mencatat bahwa harga beras kualitas bawah I naik 0,34% menjadi Rp14.750 per kilogram, sementara kualitas bawah II turun 0,34% menjadi Rp14.600 per kilogram.

"Harga beras kualitas bawah I naik 0,34% menjadi Rp14.750 per kilogram. Beras kualitas bawah II turun 0,34% menjadi Rp14.600 per kilogram," demikian dicatat dalam data PIHPS Bank Indonesia.

Adapun, beras kualitas medium I naik 0,31% menjadi Rp16.400 per kilogram dan beras kualitas medium II naik 0,31% menjadi Rp16.200 per kilogram, seperti yang dilaporkan oleh PIHPS Bank Indonesia.