TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menggalang upaya sosialisasi intensif terkait rencana pengembangan Wilayah Kerja (WK) South Andaman yang berlokasi di perairan Aceh. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan proyek berjalan lancar dan memberikan keuntungan maksimal bagi daerah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat Aceh. Hal ini penting sebelum tahapan pengembangan proyek lebih lanjut dapat dilaksanakan.
Tujuan utama dari sosialisasi yang diperkuat ini adalah untuk memastikan masyarakat Aceh sepenuhnya memahami rencana pengembangan proyek gas tersebut. Pemerintah berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata yang diharapkan dari keberadaan blok migas ini.
"Kami mau sosialisasikan dulu secara lebih jauh agar masyarakat Aceh juga paham keberadaan ini [Blok Andaman] salah satu prioritasnya untuk masyarakat Aceh," ujar Laode Sulaeman saat ditemui di sela acara Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 di Jakarta.
Saat ini, pemerintah sedang berupaya mencari titik temu antara kesepakatan Plan of Development (PoD) yang telah disusun oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dengan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat Aceh. Tujuannya adalah agar proyek tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal bagi daerah.
Terkait aspirasi masyarakat yang menginginkan pengolahan gas dari South Andaman dilakukan di darat (onshore), Laode Sulaeman menyatakan bahwa pemerintah masih mencermati berbagai opsi. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi kepentingan seluruh pihak yang terlibat.
"Jangan sampai ada anggapan bahwa ini gasnya dialirkan ke Jawa. Bukan seperti itu," tegas Laode Sulaeman, mengklarifikasi kekhawatiran yang mungkin timbul di masyarakat.
Di sisi lain, Laode Sulaeman memberikan kepastian bahwa gas dari Blok South Andaman sudah memiliki calon pembeli yang jelas. Salah satu offtaker yang telah disiapkan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Pupuk Indonesia (Persero).
"Blok Andaman sudah ada pembelinya. Kalau gas itu siap diproduksikan pada saat calon pembeli atau pembelinya sudah ada," jelasnya, menyoroti kesiapan pasokan jika produksi dimulai.