TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mengintensifkan upaya percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diambil guna mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat di masa mendatang.

Target ambisius ditetapkan bahwa setidaknya terdapat 10 ruas jalan tol baru yang diharapkan rampung sepenuhnya pada penghujung tahun 2026 mendatang. Penyelesaian tepat waktu ini menjadi prioritas utama kementerian.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Ni Komang Rasminiati, mengungkapkan rencana strategis terkait pengoperasian perdana ruas-ruas tol yang selesai dibangun tersebut. Pemerintah memiliki opsi untuk membuka sementara ruas tersebut tanpa dipungut biaya.

"Sampai sekarang ada rencana sekitar 10 ruas yang harapannya dapat diselesaikan di akhir 2026 dan dapat difungsionalkan untuk menunjang pergerakan lalu lintas Natal-Tahun Baru," kata Komang saat konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Jika rencana ini terealisasi, masyarakat dapat melintasi 10 ruas tol baru tersebut secara gratis (fungsional) saat periode libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Ini menjadi insentif bagi pemudik.

Beberapa proyek yang disebut akan dikebut penyelesaiannya mencakup wilayah strategis di Sumatra dan Jawa. Di Sumatra, salah satunya adalah Tol Sigli-Banda Aceh seksi 1.

Selain itu, ruas Tol Palembang-Betung seksi 1, khususnya segmen Keramasan hingga Pulau Rimau, juga termasuk dalam daftar prioritas yang harus selesai sebelum batas waktu akhir 2026.

Khusus untuk Pulau Jawa, pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) seksi 3, yang membentang dari Paiton sampai Besuki, terus digenjot pelaksanaannya. Progres konstruksi diupayakan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Pembangunan infrastruktur juga menyasar kawasan Jabodetabek, dengan upaya percepatan pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan seksi 6, yaitu ruas Kutanegara hingga Sadang.