TREN.BISNISMARKET.COM - Kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mulai memberikan dampak signifikan terhadap industri hiburan di Tiongkok, khususnya sektor produksi drama pendek. Salah satu figur yang merasakan perubahan drastis ini adalah aktor Xu Peng, yang kehilangan banyak peluang kerja.

Perubahan lanskap industri ini memaksa Xu Peng untuk mengambil langkah tak terduga demi menyambung hidup. Aktor yang sebelumnya dikenal melalui drama mikro tersebut kini memilih membantu keluarganya dengan menjajakan sayuran di pasar tradisional.

Xu Peng menyikapi perubahan profesi ini dengan sikap yang sangat dewasa dan lapang dada. Ia menyatakan, "Akting hanyalah sebuah pekerjaan. Jika tidak ada peran yang bisa diambil, saya akan mencari cara lain untuk mencari nafkah. Selama saya bisa mencari nafkah dengan jujur melalui kerja keras, tidak ada rintangan yang tidak bisa saya atasi," ujarnya, Dikutip dari HK01, Sabtu (4/7/2026).

Aktor berusia 30 tahun ini sebelumnya merupakan salah satu bintang yang tengah naik daun dalam genre drama pendek vertikal di Tiongkok. Pada puncak kariernya, Xu Peng sering mendapatkan peran sebagai karakter CEO yang berwibawa dan dingin.

Selama masa jayanya, tuntutan pekerjaan sangat tinggi, di mana ia bahkan harus menjalani proses syuting dalam durasi yang panjang. Pada masa itu, ia rutin melakukan pengambilan gambar selama 15 hingga 16 jam setiap hari demi menuntaskan berbagai proyek drama yang sudah disepakati.

Namun, industri hiburan mengalami transformasi sangat cepat, dengan produksi drama pendek yang memanfaatkan teknologi AI kini mendominasi pasar secara masif. Dilansir dari HK01, pada kuartal pertama tahun 2026, sekitar 128.000 drama pendek telah dirilis di Tiongkok.

Dari total produksi tersebut, terdapat sekitar 122.000 judul, atau lebih dari 95%, yang diproduksi sepenuhnya menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Kondisi ini secara langsung menyebabkan penyusutan peluang kerja bagi banyak aktor, termasuk bagi Xu Peng.

Setelah tawaran untuk bermain drama terus menurun drastis, Xu Peng memutuskan untuk meninggalkan Hengdian, yang merupakan pusat industri film dan televisi Tiongkok di Provinsi Zhejiang. Ia kemudian memutuskan kembali ke kampung halamannya yang berlokasi di Shandong.

Saat ini, rutinitas harian Xu Peng sangat berbeda dari gemerlap dunia hiburan yang pernah ia geluti. Ia kini mendedikasikan waktunya untuk mendukung usaha keluarga dengan menjual hasil panen sayuran milik kakeknya di pasar setempat.