TREN.BISNISMARKET.COM - Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, telah menyampaikan peringatan serius mengenai potensi ancaman terhadap keamanan energi global. Menurutnya, situasi di Selat Hormuz yang belum menunjukkan perbaikan dapat menimbulkan dampak signifikan.

Perairan strategis Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi kelancaran arus minyak dunia. Stabilitas pasokan energi global sangat bergantung pada kelancaran pelayaran di kawasan ini.

Fatih Birol menekankan perlunya perhatian serius terhadap perkembangan di kawasan tersebut, terutama jika tidak ada perbaikan dalam beberapa pekan ke depan. Ia menegaskan bahwa keamanan pasokan minyak tetap menjadi isu yang sangat penting.

"Kita harus khawatir, dan saya khawatir apabila situasi ini tidak membaik dalam beberapa pekan ke depan," ungkap Birol dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Council on Foreign Relations pada Kamis (16/7).

Pernyataan ini muncul menyusul peningkatan intensitas serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Serangan-serangan tersebut telah menargetkan beberapa lokasi seperti Bandar Abbas, Ahvaz, dan Iranshahr.

Selain itu, sebuah kapal yang diduga berusaha menembus blokade laut yang kembali diberlakukan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran juga menjadi sasaran serangan. Tindakan ini memicu respons dari Teheran.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke beberapa negara sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut. Negara-negara yang terdampak serangan balasan Iran antara lain Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Qatar, menandakan eskalasi ketegangan yang meluas. Eskalasi konflik ini juga membayangi keberlangsungan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran.

MoU yang ditandatangani di Pakistan sebulan sebelumnya bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata. Namun, perkembangan terkini mengancam implementasi kesepakatan tersebut.