TREN.BISNISMARKET.COM - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam baru-baru ini menerima pengakuan bergengsi berupa penghargaan Best Investortrust Companies 2026. Penghargaan ini diserahkan di Jakarta pada hari Selasa, 27 Mei 2026.
Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kinerja keuangan perusahaan yang dinilai tetap solid. Selain itu, fundamental bisnis Antam juga menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global sepanjang tahun 2025.
Penghargaan Best Investortrust Companies 2026 secara spesifik ditujukan bagi emiten yang mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis dan profitabilitas. Kriteria penilaian lainnya mencakup tata kelola perusahaan yang dijalankan secara berkelanjutan.
Dilansir dari Investortrust, Antam berhasil menunjukkan ketangguhan yang signifikan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri maupun pasar modal saat ini.
Acara penyerahan penghargaan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi dari berbagai institusi, termasuk media penyelenggara. Mereka turut memberikan penjelasan mengenai latar belakang pemberian apresiasi kepada emiten terpilih.
Primus Dorimulu, selaku Chief Executive Officer Investortrust, menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi sekaligus dukungan yang diberikan kepada emiten berkinerja baik. "The Best Investortrust Companies 2026 merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan Investortrust terhadap emiten-emiten yang mampu menunjukkan performa kinerja keuangan yang solid di tengah berlanjutnya tantangan ekonomi dan bisnis tahun 2025," ujar Primus Dorimulu.
Pihak penyelenggara berharap hasil pemeringkatan ini dapat berfungsi sebagai referensi penting bagi para investor dan pelaku pasar modal. Penilaian yang dilakukan diharapkan dapat mempermudah pengambilan keputusan investasi pada berbagai instrumen keuangan, termasuk saham dan obligasi.
Berdasarkan data laporan keuangan Antam, perusahaan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2025. Antam berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp7,21 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp3,65 triliun.
Kinerja positif ini ditopang oleh penguatan pada lini bisnis emas perusahaan, peningkatan volume penjualan bijih nikel, serta perluasan kontribusi dari sektor hilirisasi mineral. Pendapatan perusahaan juga meningkat 22,3 persen menjadi Rp84,64 triliun pada tahun 2025.