TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan pengembang model kecerdasan buatan (AI), Anthropic, baru-baru ini mengumumkan peluncuran program terbarunya yang diberi nama Claude Corps. Program ambisius ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan literasi dan penerapan AI di kalangan generasi muda.
Anthropic menggelontorkan dana fantastis untuk inisiatif ini, dengan total alokasi mencapai US$150 juta, setara dengan sekitar Rp2,6 triliun. Dana besar ini disiapkan khusus untuk mendukung pengembangan dan pelatihan penggunaan teknologi AI Claude.
Program Claude Corps dirancang untuk merekrut sekitar 1.000 peserta pelatihan dari berbagai institusi. Peserta terpilih akan mendapatkan kesempatan untuk menggunakan model Claude di berbagai organisasi mitra selama periode satu tahun penuh.
Tujuan utama dari program ini adalah memperluas pemahaman dan keahlian mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi AI mutakhir. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memastikan adopsi AI yang bertanggung jawab dan bermanfaat secara sosial.
Presiden Anthropic, Daniela Amodei, menyampaikan harapan besar terhadap dampak jangka panjang dari inisiatif tersebut. Ia melihat program ini sebagai wadah pembelajaran yang vital bagi banyak pihak, baik di sektor publik maupun swasta.
"Kami harap ini adalah ide bagus yang bisa berkembang dan dikembangkan serta dipelajari oleh orang lain, baik itu di sektor publik atau swasta," jelas Daniela Amodei, dikutip dari APNews, Senin (15/6/2026).
Sebagai bagian dari dukungan finansial, pemasok model AI yang juga menjadi mitra lembaga Amerika Serikat (AS) ini akan memberikan bayaran kepada anggota Claude Corps. Selain itu, akan ada hibah sebesar US$10 ribu (sekitar Rp178,7 juta) untuk setiap organisasi penyelenggara.
Organisasi yang berpartisipasi juga akan menerima kredit gratis untuk penggunaan Claude, dengan total 400 organisasi dijadwalkan menerima manfaat tersebut. Langkah ini menunjukkan upaya Anthropic dalam membangun ekosistem penggunaan AI yang inklusif.
Anthropic secara konsisten menunjukkan komitmen untuk menyeimbangkan antara pencapaian keuntungan komersial dengan dampak sosial positif yang dihasilkan perusahaan. Hal ini terlihat dari prinsip operasional yang mereka pegang teguh.