TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan mengejutkan terjadi di pasar modal Jepang, di mana Kioxia Holdings Corp berhasil menduduki posisi teratas berdasarkan nilai kapitalisasi pasar. Pencapaian signifikan ini diraih oleh perusahaan chip memori tersebut dalam kurun waktu kurang dari dua tahun sejak pertama kali melakukan penawaran umum perdana (IPO).

Kioxia bukanlah nama baru dalam sejarah industri semikonduktor, mengingat perusahaan ini dulunya merupakan unit bisnis memori milik Toshiba. Unit tersebut dikenal sebagai salah satu pelopor utama dalam pengembangan teknologi memori berbasis flash NAND yang kini sangat vital.

Pada tahun 2018, unit bisnis ini dipisahkan dan kemudian diakuisisi oleh sebuah grup investasi yang dipimpin oleh Bain Capital. Setahun setelah akuisisi tersebut, perusahaan secara resmi mengganti namanya menjadi Kioxia, menandai langkah awal kemandiriannya di pasar global.

Kinerja saham Kioxia menunjukkan lonjakan luar biasa, bahkan meski baru terdaftar di bursa selama 18 bulan. Pada hari Jumat (12/6/2026), sahamnya tercatat naik 7,6% dan telah meroket lebih dari 670% sepanjang tahun berjalan ini.

Kenaikan dramatis ini mendorong total nilai pasar Kioxia mencapai angka fantastis, yaitu 44 triliun yen (setara dengan sekitar Rp 4.856 triliun). Hal ini menempatkannya di atas beberapa konglomerat besar Jepang lainnya yang telah lama mendominasi.

Fenomena melonjaknya valuasi Kioxia ini dilihat oleh para analis sebagai indikasi pergeseran arus investasi global. Fenomena ini terjadi seiring dengan adanya krisis kelangkaan chip memori yang dipicu oleh "ledakan" permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI).

"Agak berlebihan menyebutnya sebagai transformasi industri, namun jadi perkembangan yang memberikan kesan tersebut," jelas Shuutarou Yasuda, seorang analis pasar dari Tokai Tokyo, dilansir dari Yahoo Finance pada Senin (15/6/2026).

Kioxia kini secara resmi berhasil menggeser posisi Toyota Motor Corp, raksasa otomotif Jepang, yang mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar 43,8 triliun yen (sekitar Rp 4.834 triliun) saat ini.

Perlu dicatat bahwa Toyota sendiri sempat mengalami penurunan peringkat di awal bulan ini, di mana mereka sempat disalip oleh Softbank menyusul antusiasme pasar terhadap rencana pencatatan saham OpenAI. Namun, posisi Toyota kembali turun ke urutan keempat setelah aksi jual yang sempat meredam reli saham mereka.