TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa semikonduktor Nvidia kini tengah mengambil langkah strategis baru di tengah dampak konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan China yang memengaruhi bisnis mereka. Meskipun terdapat sedikit pelonggaran izin ekspor untuk chip H200 Nvidia ke China, Beijing hingga kini belum memberikan persetujuan formal untuk impor produk tersebut.

Chip H200 merupakan salah satu prosesor tercanggih yang ditawarkan Nvidia saat ini, meskipun berada di bawah lini Blackwell dan Vera yang lebih baru. Sebelumnya, ekspor chip ini sempat diblokir, namun pemerintahan AS belakangan memberikan kelonggaran bersyarat bagi ekspor H200.

Dilansir dari Reuters, Senin (15/6/2026), pangsa pasar Nvidia di China secara efektif telah menyusut menjadi nol, padahal China merupakan salah satu pasar utama yang menyumbang pendapatan signifikan bagi perusahaan tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, CEO Nvidia Jensen Huang selalu menekankan pentingnya pasar China bagi kelangsungan bisnis perusahaan di AS. Huang secara konsisten berupaya menjaga hubungan baik dengan para mitra di China mengingat potensi pasar yang besar di sana.

Upaya terbaru Nvidia terlihat dari pemberitahuan kepada klien-klien mereka di China bahwa chip terbaru mereka untuk pusat data AI, yaitu chip Vera, akan tersedia paling cepat pada Agustus 2026. Nvidia menginformasikan bahwa pemesanan untuk chip Vera sudah dapat dilakukan saat ini, berdasarkan keterangan dari tiga sumber yang mengetahui hal tersebut.

Langkah agresif untuk mempromosikan chip Vera ini menggarisbawahi upaya cepat Nvidia dalam menghidupkan kembali kinerja bisnis mereka di China, terutama setelah penjualan chip H200 mengalami kemandekan selama beberapa bulan terakhir. Upaya ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya persaingan dari Intel dan AMD yang juga gencar menawarkan CPU server untuk kebutuhan pusat data AI.

Sumber-sumber anonim tersebut menyebutkan bahwa beberapa klien China telah menunjukkan ketertarikan terhadap chip Vera, yang merupakan CPU mandiri pertama Nvidia yang dirancang khusus untuk sistem AI agenik, yaitu sistem yang mampu menjalankan tugas secara otonom. Para sumber tersebut meminta untuk tidak disebutkan namanya karena diskusi tersebut masih bersifat pribadi.

Saat ini, chip Vera sudah memasuki tahap produksi penuh dan dirancang untuk menangani komputasi di balik layar yang dibutuhkan oleh agen AI. Nvidia mengklaim bahwa performa chip Vera hingga 1,8 kali lebih cepat dibandingkan prosesor sejenis dari para pesaingnya.

"Huang memperkirakan chip ini (Vera) akan menjadi bisnis bernilai miliaran dolar berikutnya bagi perusahaan," saat peluncuran Vera pada Maret lalu, sebut salah satu sumber. Nvidia saat itu juga menyatakan bahwa perusahaan cloud terkemuka China, termasuk Alibaba dan ByteDance, sedang berkolaborasi untuk mengimplementasikan Vera, meskipun status pemesanan belum dikonfirmasi.