TREN.BISNISMARKET.COM - Pengguna iPhone di China kini dapat bernapas lega seiring dengan resminya layanan kecerdasan buatan generatif Apple, Apple Intelligence, mendapatkan registrasi dari regulator siber setempat. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran fitur-fitur yang telah lama dinantikan.

Kepastian ini didapat setelah otoritas pengatur ruang siber China menyetujui pendaftaran layanan AI buatan Apple tersebut. Persyaratan ini merupakan kewajiban bagi setiap model bahasa besar (LLM) dan layanan AI generatif yang beroperasi di China.

Sebelumnya, fitur AI canggih Apple belum dapat dinikmati sepenuhnya di China karena belum memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku. Status registrasi ini menjadi penanda resmi kehadiran layanan tersebut di pasar terbesar kedua bagi Apple secara global.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Apple tidak akan menggunakan model AI asli yang dikembangkan di kantor pusatnya untuk pasar China. Sebaliknya, Apple Intelligence akan mengandalkan kapabilitas dari dua pemain teknologi lokal terkemuka.

"Apple Intelligence akan mengandalkan kemampuan dari dua raksasa teknologi lokal yaitu Ernie milik Baidu dan Qwen milik Alibaba," demikian dilaporkan oleh Reuters pada 16 Juli 2026.

Kedua perusahaan lokal tersebut telah secara resmi mengonfirmasi kerja sama mereka dengan Apple. Alibaba menyatakan bahwa model Qwen-nya akan terintegrasi ke seluruh sistem operasi Apple yang tersedia di China.

"Model Qwen kami akan terintegrasi ke seluruh sistem operasi Apple di China, mulai dari iOS di iPhone, iPadOS di iPad, macOS di komputer Mac, hingga visionOS untuk perangkat Vision Pro," kata perwakilan Alibaba.

Sementara itu, juru bicara Baidu juga menegaskan partisipasi perusahaan mereka dalam pengembangan fitur-fitur inti Apple Intelligence untuk pengguna di China.

"Kami juga berkolaborasi mengembangkan berbagai fitur inti Apple Intelligence bagi pengguna di negara tersebut," ujar juru bicara Baidu.