TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 resmi dibuka dengan harapan besar dari Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta untuk mendorong perputaran ekonomi di sektor kreatif. Target transaksi yang dipatok tahun ini adalah mencapai angka fantastis yakni sebesar Rp40 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, secara resmi mengumumkan target tersebut saat pembukaan acara. Target ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
"Baik, ini masalah angka ya. Seingat saya, target untuk tahun ini sekitar 40 miliar transaksi. Tahun lalu saya lupa. Ya, artinya ini meningkat sangat pesat," ujar Iwan Setiawan di sela pembukaan JKF 2026 di Istora Senayan, Sabtu (4/7/2026).
Optimisme BI terhadap pencapaian target transaksi ini sangat tinggi, terutama setelah melihat antusiasme masyarakat sejak hari pertama pembukaan. Tingginya animo pengunjung menjadi indikator kuat bahwa target finansial akan terpenuhi.
Lebih lanjut, Iwan memproyeksikan bahwa jumlah pengunjung yang datang ke JKF 2026 akan mengalami lonjakan yang sangat substansial. Peningkatan kunjungan diperkirakan mencapai empat hingga lima kali lipat dari tahun sebelumnya.
"Dari jumlah pengunjung, saya yakin teman-teman media kan tahun lalu juga hadir, ini secara visual saja kita bisa saksikan kolaborasinya juga sangat banyak, ya, meningkat sangat pesat, mungkin 4 sampai 5 kali lipat," imbuhnya.
Kontribusi Fantastis QRIS Jakarta Capai 38 Persen Nasional, Ini Strategi Jitu Gubernur Pramono
JKF diselenggarakan sebagai manifestasi nyata dari upaya kolaborasi lintas sektor dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta. Festival ini berfokus pada tiga lini utama penggerak ekonomi kreatif ibu kota, yaitu musik, olahraga, dan film.
Perhelatan akbar ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 4 hingga 5 Juli 2026. Dalam gelaran kali ini, penyelenggara melibatkan total 377 tenant yang berpartisipasi aktif.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 290 tenant merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner, fesyen, dan kriya. Sisanya, 87 tenant, fokus pada penyediaan layanan, edukasi, dan komunitas kreatif.