TREN.BISNISMARKET.COM - Dominasi sistem pembayaran digital di ibu kota semakin nyata setelah Gubernur Jakarta, Pramono Anung, membeberkan pencapaian signifikan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayahnya. Jakarta berhasil menyumbang porsi besar, yakni mencapai 38% dari keseluruhan transaksi QRIS di tingkat nasional.

Pencapaian luar biasa ini, menurut Gubernur Pramono, menunjukkan peningkatan peran vital Jakarta dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan kontribusi PDB Jakarta pada triwulan pertama tahun 2026 yang dilaporkan telah mencapai sekitar 16,67% dari total PDB nasional.

Fakta mengejutkan mengenai dominasi pembayaran digital ini disampaikan langsung oleh Gubernur Pramono saat menghadiri acara Jakarta Kreatif Festival 2026 pada Sabtu (4/7/2026). Ia menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut di hadapan para pelaku ekonomi kreatif.

"Yang saya senang adalah transaksi QRIS Jakarta ini sekarang sudah 38% dari transaksi nasional," ujar Pramono Anung saat memberikan sambutan di Jakarta Kreatif Festival 2026.

Gubernur Pramono menjelaskan bahwa tingginya adopsi dan volume transaksi QRIS di Jakarta tidak terjadi secara kebetulan, melainkan buah dari kolaborasi erat antarlembaga. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jakarta, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi kunci utama dalam akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, terutama di sektor perdagangan.

Salah satu langkah konkret yang telah diambil adalah memastikan seluruh infrastruktur pasar tradisional terdigitalisasi sepenuhnya. Pramono mengungkapkan bahwa saat ini, 153 pasar yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Jakarta telah mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran utama bagi para pedagang.

"Dan itu berkat kerja sama antara Bank Indonesia, OJK, mendorong seluruh pasar-pasar yang ada di Jakarta," kata Gubernur Pramono Anung, menggarisbawahi peran penting kolaborasi antarlembaga tersebut.

Ke depan, fokus diarahkan pada peningkatan kualitas dan kuantitas pengguna di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Saat ini, tercatat sekitar 422.000 pelaku UMKM di Jakarta telah memanfaatkan QRIS sebagai sarana transaksi digital sehari-hari mereka.

Peningkatan jumlah pengguna ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan volume transaksi secara eksponensial, yang pada akhirnya akan memperkuat ekosistem ekonomi digital di Jakarta. Pramono berharap volume transaksi UMKM yang sudah melek digital tersebut akan terus meningkat signifikan.