TREN.BISNISMARKET.COM - Peristiwa seismik baru-baru ini terjadi di Amerika Selatan, di mana dua gempa besar mengguncang Venezuela pada Rabu malam waktu setempat. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat kekuatan gempa tersebut masing-masing mencapai magnitudo 7,2 dan 7,5, memberikan konteks global terhadap ancaman gempa.

Kekhawatiran kini beralih ke Amerika Serikat, khususnya California Selatan, menyusul penelitian terbaru mengenai aktivitas Patahan San Andreas dan San Jacinto. Penelitian ini menyoroti adanya akumulasi tekanan tektonik yang signifikan di sepanjang kedua garis patahan vital tersebut.

Penemuan penting ini berasal dari studi yang dilaksanakan oleh peneliti dari University of Hawaiʻi dan dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research: Solid Earth. Studi tersebut menyimpulkan bahwa tekanan tektonik di kedua patahan kini berada pada level tertinggi dalam kurun waktu sekitar 1.000 tahun terakhir.

Kondisi akumulasi tekanan ini dinilai oleh para ilmuwan sebagai fase critical loading atau beban kritis pada sistem patahan tersebut. Fokus utama penelitian adalah di area Cajon Pass, titik di mana sistem San Andreas dan San Jacinto bertemu dan berdekatan.

Cajon Pass diyakini berfungsi sebagai semacam 'gerbang gempa' karena adanya koneksi antar rekahan. Kerusakan yang disebabkan oleh gempa yang melibatkan koneksi patahan bisa jauh lebih masif dibandingkan gempa pada satu patahan saja, berpotensi melumpuhkan area padat penduduk seperti Los Angeles dan Lembah Coachella.

Peringatan serius ini muncul bersamaan dengan peningkatan aktivitas seismik yang tercatat di California Selatan sepanjang tahun 2024. Wilayah tersebut telah mencatat 15 rangkaian aktivitas seismik, di mana setiap rangkaian mengandung setidaknya satu gempa bermagnitudo 4,0 atau lebih.

Menurut pakar seismologi dari Caltech, Lucy Jones, jumlah aktivitas tersebut merupakan total tahunan tertinggi yang pernah dicatat dalam 65 tahun terakhir. Bahkan wilayah Malibu saja telah mengalami tiga kali gempa yang melebihi magnitudo 4,0 dalam periode 13 bulan terakhir.

Mengenai potensi gempa megathrust yang dijuluki "The Big One" di sepanjang Patahan San Andreas, diperkirakan dapat mencapai magnitudo 7,8 atau lebih. Gempa sebesar itu berpotensi menimbulkan kerusakan luas di seluruh California Selatan hingga kawasan Teluk San Francisco.

Penulis studi utama, Liliane Burkhard, memberikan penekanan bahwa temuan ini bukanlah prediksi pasti mengenai kapan gempa akan terjadi. Ia menyampaikan bahwa "temuan tersebut bukan berarti gempa akan terjadi besok, tapi sistem tersebut saat ini menanggung beban tekanan tertinggi yang pernah ada dalam sejarah catatan penelitian."