TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan cara masyarakat menjalankan usaha telah mengalami transformasi signifikan, terutama pasca pandemi COVID-19. Jika dahulu usaha identik dengan keberadaan fisik seperti toko atau kios, kini banyak pelaku ekonomi memanfaatkan platform digital dan marketplace.
Aktivitas bisnis modern ini memungkinkan produk dipasarkan secara daring, transaksi dilakukan melalui aplikasi, dan jangkauan pasar meluas tanpa batasan geografis. Hal ini memungkinkan konsumen di wilayah seperti Aceh dapat berbelanja produk dari penjual di Jakarta, Makassar, atau Papua.
Perluasan jangkauan pasar dan kemudahan memulai usaha dengan modal yang lebih terjangkau telah mendorong pertumbuhan pesat jutaan UMKM di Indonesia melalui platform marketplace. Dalam beberapa tahun terakhir, marketplace telah bertransformasi menjadi 'toko' utama bagi banyak pelaku usaha kecil dan menengah.
Di tengah dinamika ini, muncul tantangan mendasar mengenai representasi data. Pertanyaannya adalah, apakah pertumbuhan pesat aktivitas ekonomi digital ini sudah tercermin dengan baik dalam data statistik resmi pemerintah saat ini.
Inilah alasan utama mengapa aktivitas usaha online yang memanfaatkan marketplace harus dimasukkan dalam cakupan Sensus Ekonomi 2026. Sensus ekonomi ini krusial untuk memetakan perkembangan perekonomian nasional secara menyeluruh.
Sensus ekonomi bertujuan mendata jumlah usaha, sektor yang berkembang, karakteristik pelaku usaha, serta tantangan yang dihadapi, sekaligus membandingkan kondisi terkini dengan sepuluh tahun sebelumnya. Informasi komprehensif ini menjadi fondasi kuat bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang efektif.
"Jika kantor statistik negara hanya merekam usaha-usaha yang terlihat secara fisik sementara aktivitas ekonomi digital yang berkembang sebenarnya lebih besar, maka gambaran yang diperoleh tidak mencerminkan kondisi yang sesungguhnya," menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Pendataan usaha online dalam sensus bukan bertujuan mengukur kesuksesan finansial individu atau pengusaha. Fokus BPS adalah memahami aktivitas ekonomi yang dilakukan, seperti apakah usaha tersebut bergerak di sektor perdagangan, jasa, industri, atau makanan dan minuman, serta berapa banyak serapan tenaga kerja yang tercipta.
Informasi yang akurat dan lengkap ini sangat esensial untuk merancang program strategis, mulai dari penguatan UMKM, pengembangan ekonomi digital, hingga pembangunan infrastruktur penunjang kegiatan ekonomi. "Ibarat resep obat, jika tidak diketahui persis apa penyakitnya, maka resep yang diberikan berpotensi gagal," demikian penekanan mengenai pentingnya data akurat.