TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Indonesia terus mengintensifkan upaya peningkatan produksi jagung di seluruh wilayah nusantara guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk segera merealisasikan target swasembada pangan yang telah dicanangkan.

Salah satu bukti nyata keberhasilan program ini terlihat dari pelaksanaan panen raya komoditas jagung yang baru saja dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo. Kegiatan tersebut berhasil memanen sekitar 210 ton jagung yang diperoleh dari lahan budidaya seluas 30 hektare.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara langsung menyoroti capaian luar biasa dari sektor pertanian di Gorontalo tersebut. Ia menggarisbawahi bahwa produktivitas rata-rata di wilayah tersebut mampu menembus angka 5 hingga 7 ton per hektare.

Angka produktivitas ini dianggap signifikan karena jauh melampaui rata-rata nasional yang saat ini masih berkisar pada angka 5 ton per hektare saja. Hal ini menunjukkan potensi besar Gorontalo dalam kontribusi sektor pangan nasional.

Dilansir dari Bisnis.com, Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi harga dan hasil panen di lapangan. "Harga jagung sesuai acuan Rp5.500 per kilogram, tetapi di sini sudah mencapai Rp6.000 per kilogram. Produksinya juga besar, lebih dari 6 ton per hektare," ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan resminya.

Tingginya hasil panen ini, menurut Menteri, sangat ditunjang oleh faktor input pertanian yang memadai dan terjangkau oleh para petani setempat. Ketersediaan pupuk yang cukup serta harga yang relatif lebih murah menjadi pendukung utama peningkatan hasil panen.

Panen raya yang sukses ini merupakan buah dari kerja sama pembinaan yang dilakukan oleh UD Damai Sejahtera bersama dengan Kelompok Tani Sipatana Hijau. Pemerintah memandang hasil ini sebagai indikasi kuat bahwa Gorontalo berpotensi besar menjadi salah satu sentra utama produksi jagung di Indonesia.

Ke depan, pemerintah pusat memiliki target ambisius untuk memperluas area panen di wilayah binaan tersebut. Diharapkan pada bulan Juli 2026 mendatang, areal panen jagung dapat dikembangkan hingga melampaui 1.000 hektare.

Perluasan lahan ini diharapkan akan secara signifikan meningkatkan kontribusi Gorontalo terhadap total produksi jagung nasional. Selain itu, peningkatan ini juga akan memperkuat pasokan bahan baku untuk industri pakan ternak dan kebutuhan pangan domestik lainnya.