TREN.BISNISMARKET.COM - Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara konsisten melaksanakan program pemberdayaan, pendampingan, hingga pelatihan khusus yang ditujukan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Aktivitas ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan BRI untuk memastikan bahwa UMKM dapat mengalami peningkatan kelas usaha secara signifikan. Tujuannya adalah agar sektor ini mampu tumbuh kuat dan memiliki daya saing yang mumpuni di pasar.

Salah satu fokus utama dalam inisiatif penguatan UMKM ini adalah mendorong potensi olahan pangan yang berasal dari sumber daya lokal. Program ini dirancang untuk meningkatkan nilai ekonomi produk-produk tersebut.

BRI mengimplementasikan program unggulan bernama Desa Brilian sebagai wadah utama penyaluran dukungan tersebut. Program ini menyasar langsung pengembangan potensi ekonomi di tingkat desa.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, pada tahun 2023, BRI telah menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dialokasikan sebagai dana benteng desa. Dana yang digelontorkan mencapai nominal satu miliar Rupiah.

Dana hibah atau bantuan pembangunan desa senilai satu miliar Rupiah tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Dana tersebut diserahkan kepada desa-desa terpilih yang memenuhi kriteria tertentu.

Dana tersebut diserahkan kepada desa-desa yang berhasil menjadi pemenang dalam seleksi program tersebut. Disebutkan bahwa ada lima desa yang terpilih sebagai penerima manfaat dari bantuan signifikan ini.

"Pemberdayaan dan pendampingan hingga pelatihan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus dilakukan oleh BRI," demikian disebutkan dalam ringkasan berita mengenai langkah bank tersebut.

Lebih lanjut, inisiatif ini sejalan dengan visi besar bank dalam mendukung perkembangan bisnis kecil. "Hal ini menjadi upaya BRI untuk mendorong UMKM naik kelas, hingga UMKM bisa tumbuh dan berdaya saing," demikian pernyataan yang menggarisbawahi tujuan strategis program tersebut.