TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menggenjot pengembangan kendaraan listrik otonom yang terintegrasi dengan sistem pendeteksian dan pengenalan objek. Inisiatif ini berupaya menghadirkan solusi mobilitas yang aman serta efisien di area-area dengan keterbatasan ruang gerak.

Penelitian ini berfokus pada tiga aspek krusial: pengembangan sistem, komunikasi, dan teknologi transportasi. Upaya ini mulai bergulir sejak periode 2021-2022 dengan dukungan pendanaan riset yang memadai.

Kendaraan yang diciptakan adalah jenis roda tiga berkapasitas satu penumpang dengan kecepatan operasional yang rendah. Desainnya secara spesifik ditujukan untuk beroperasi di lingkungan terbatas, seperti kawasan kampus, perkantoran, hingga area bandara.

"Kendaraan tersebut memanfaatkan integrasi berbagai sensor, seperti LiDAR, kamera 360 derajat, radar, kamera thermal, dan kamera visual," terang Arief Suryadi Satyawan, Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) BRIN. Ia menambahkan bahwa seluruh sensor ini bekerja terpadu untuk mendeteksi dan mengenali objek di sekitar kendaraan.

Data dari sensor tersebut kemudian diproses oleh sistem komputasi tertanam. Hal ini memungkinkan kendaraan untuk melakukan navigasi dan bergerak secara mandiri, tanpa campur tangan manusia.

"Tantangan yang masih terus kami kembangkan hingga saat ini adalah pada aspek sistem komunikasi, terutama ketika kendaraan menggunakan basis pengumpulan data secara terpusat," lanjut Arief. Ia menekankan pentingnya sistem komunikasi yang andal untuk memantau pergerakan dan perilaku kendaraan secara real-time.

Arief juga menyoroti pentingnya dukungan teknologi dan infrastruktur yang memadai. Keduanya dinilai menjadi faktor kunci dalam mempercepat proses pengembangan kendaraan listrik otonom ini.

"Pemanfaatan kendaraan di kawasan industri maupun fasilitas produksi memerlukan perhatian terhadap kualitas kendaraan dan sistem operasional," ujar Arief. Ia menambahkan bahwa model pembiayaan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesifik para pengguna.

Kendaraan otonom ini berpotensi meningkatkan efisiensi energi berkat pengoperasiannya yang cenderung lebih stabil dan halus. Hal ini perlu didukung dengan sistem konstruksi yang berbasis lokal.