TREN.BISNISMARKET.COM - Pasar mobil listrik di Indonesia semakin ramai dengan hadirnya berbagai pilihan SUV listrik, membuat konsumen harus lebih cermat dalam memilih. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BYD secara resmi memperkenalkan generasi terbaru dari Atto 3 yang membawa pembaruan substansial.

Generasi terbaru BYD Atto 3 ini tidak hanya mengalami perubahan kosmetik ringan, namun juga menyajikan peningkatan signifikan pada rancang bangun, kelengkapan interior, hingga sektor mekanis kendaraan. Pembaruan ini bertujuan untuk memperkuat posisi Atto 3 di tengah persaingan ketat segmen Medium SUV EV.

Salah satu daya tarik utama yang ditawarkan adalah peningkatan kapabilitas jelajah, di mana mobil listrik ini diklaim mampu menempuh jarak maksimal hingga 630 km dalam sekali pengisian penuh berdasarkan pengujian siklus CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle).

Secara desain eksterior, SUV listrik ini masih mempertahankan bahasa desain ikonik Dragon Face khas pabrikan, namun sektor depan kini terlihat lebih modern dan ramping berkat penyematan lampu utama yang didesain lebih pipih. Kesan premium juga terlihat dari gagang pintu yang mengadopsi konsep semi-hidden pada bagian samping.

Dimensi kendaraan dirancang akomodatif untuk kondisi perkotaan Indonesia, dengan panjang total 4.665 mm dan jarak sumbu roda 2.770 mm, memastikan ruang interior tetap lega untuk keluarga maupun komuter harian. Pada bagian belakang, lampu full-width dengan motif anyaman eksklusif menambah sentuhan futuristik.

Memasuki kabin, penumpang akan disambut oleh suasana modern yang didominasi layar monitor floating besar yang kini telah mengintegrasikan sistem DiLink paling mutakhir. Selain itu, konsol tengah menjadi lebih rapi dan lapang karena tuas transmisi telah dipindahkan ke area column shifter.

Kenyamanan penumpang depan menjadi prioritas dengan adanya fitur Queen Seat yang fungsional, lengkap dengan leg rest, ventilasi, dan penghangat jok. Aspek utilitas juga dioptimalkan, terlihat dari adanya frunk elektrik berkapasitas 180 liter dan bagasi belakang yang menampung hingga 750 liter.

Dapur pacu mengalami perombakan paling radikal, sebab model teranyar ini beralih dari sistem penggerak roda depan (FWD) pada model sebelumnya menjadi sistem penggerak roda belakang (RWD). Transisi ke RWD ini diklaim mampu memberikan karakter pengendalian yang lebih dinamis dan stabil saat bermanuver.

Pabrikan menyediakan dua pilihan motor penggerak, yakni varian dengan output tenaga 200 kW (setara 268 Tk) dan varian tertinggi yang mencapai 240 kW atau setara 321 Tk. Sistem penyimpan daya mengandalkan Blade Battery generasi kedua dengan opsi kapasitas 57,5 kWh dan 68,5 kWh.