TREN.BISNISMARKET.COM - BYD Indonesia secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumennya terkait adanya kendala dalam distribusi unit mobil listrik Atto 1. Permintaan maaf ini disampaikan menyusul adanya antrean inden yang dialami oleh para pembeli model tersebut.

Permasalahan ini timbul karena tingginya volume pemesanan kendaraan yang melampaui ekspektasi perusahaan dalam kurun waktu yang sangat singkat sejak peluncuran. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan pasar dengan kapasitas distribusi yang tersedia saat ini.

Luther Pandjaitan, selaku Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, mengimbau para konsumen untuk tetap bersabar menunggu proses pengiriman unit yang telah dipesan. Pihak manajemen saat ini tengah berupaya keras mengoptimalkan rantai pasokan untuk produk andalan mereka tersebut.

"Pertama-tama, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan permohonan maaf apabila memang masih ada waktu tunggu atau inden kendaraan, khususnya Atto 1, karena tingginya tingkat pemesanan yang datang begitu cepat," ujar Luther Pandjaitan, Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia.

Saat ini, manajemen internal BYD bersama jaringan dealer resmi sedang melakukan penataan ulang sistem pemesanan dan distribusi. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pemenuhan pesanan berjalan lebih efektif dan tidak ada konsumen yang terlewatkan.

"Saat ini bersama diler, kami sedang menata kembali sistem pemesanan agar proses fulfillment lebih optimal. Jadi tidak ada konsumen yang terlewat, sekaligus memastikan informasi yang diberikan kepada konsumen berjalan dengan baik," lanjut Luther Pandjaitan.

Meskipun mengakui adanya penundaan pengiriman, manajemen BYD belum merilis data spesifik mengenai jumlah total pesanan yang saat ini masih tertunda. Fokus perusahaan saat ini adalah menjaga komunikasi yang transparan mengenai jadwal pengiriman yang realistis kepada para pembeli ritel.

"Kami akan terus memberikan informasi yang jelas kepada konsumen terkait situasi dan janji pengiriman yang realistis, sehingga tidak terjadi miskomunikasi di level ritel. Kami memahami situasi ini dan memohon maaf apabila masih ada konsumen yang harus menunggu," kata Luther Pandjaitan.

Perusahaan menyatakan komitmen kuat untuk segera menyelesaikan penumpukan pesanan tersebut dalam waktu dekat. Luther menegaskan bahwa BYD akan mengejar ketertinggalan distribusi unit kepada para pemesan di seluruh wilayah Indonesia.