TREN.BISNISMARKET.COM - Jaecoo J5 berhasil mencuri perhatian pasar otomotif Indonesia, memantapkan posisinya sebagai pemain utama di segmen mobil listrik. Keberhasilan ini dicapai berkat strategi yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dan preferensi konsumen di tanah air.

Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohammad Ilham Pratama, mengungkap bahwa kesuksesan J5 adalah cerminan langsung dari respons terhadap tuntutan masyarakat modern. Konsumen kini lebih jeli dalam memilih kendaraan, mencari kombinasi ideal antara performa, fungsionalitas, dan efisiensi.

"Konsumen melihat J5 ini EV SUV yang dapat memberikan pilihan baru, dan solutif untuk berkendara mobilitas saat ini," ungkap Ilham. Pernyataan ini menekankan bagaimana Jaecoo J5 diposisikan sebagai solusi mobilitas masa depan yang praktis.

Salah satu daya tarik utama Jaecoo J5 adalah kemampuannya untuk menempuh jarak impresif lebih dari 460 kilometer dalam sekali pengisian daya. Angka ini menjadi nilai jual krusial yang menjawab kekhawatiran konsumen akan jangkauan kendaraan listrik.

Ilham menilai jarak tempuh tersebut bukan sekadar spesifikasi teknis, melainkan jawaban atas profil pengguna Indonesia yang membutuhkan mobilitas luas tanpa rasa cemas kehabisan daya. Hal ini membuktikan pemahaman mendalam Jaecoo terhadap karakter pengguna lokal.

"Konsumen bukan hanya merepresentasikan diri dan si penggunanya. Kita melihat bahwa konsumen melihat sebuah mobil yang dapat mendukung mobilitas, efisien tentunya," tambah Ilham. Ia menegaskan bahwa fungsionalitas dan efisiensi adalah kunci utama daya tarik mobil listrik ini.

Faktor efisiensi biaya operasional menjadi pembeda signifikan Jaecoo J5 dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal (ICE). Berdasarkan simulasi internal Jaecoo, penghematan biaya operasional bisa mencapai 88% dibandingkan mobil ICE.

Simulasi menunjukkan, untuk penggunaan bulanan 1.500 kilometer, biaya operasional tahunan mobil ICE 1.500 cc turbo mencapai Rp 31.250.000. Sementara itu, Jaecoo J5 EV hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 4.000.000 per tahun, belum termasuk keuntungan bebas pajak tahunan.

Tingginya permintaan sempat menimbulkan tantangan terkait waktu tunggu pengiriman unit kendaraan. Namun, perusahaan telah mengambil langkah perbaikan signifikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.