TREN.BISNISMARKET.COM - Produsen otomotif terkemuka, BYD, telah secara resmi memperkenalkan generasi ketiga dari salah satu kendaraan listrik andalannya, BYD Atto 3, di pasar domestik China. Kendaraan ini kini hadir dengan nama berbeda, yakni Yuan Plus, menandai pembaruan besar yang melampaui sekadar penyegaran kosmetik.

Pembaruan utama yang dibawa oleh Yuan Plus generasi ketiga ini berfokus pada perombakan total struktur mekanis kendaraan tersebut. Salah satu perubahan paling signifikan adalah adanya pemindahan posisi sistem penggerak roda yang sebelumnya menggunakan konfigurasi roda depan.

Perubahan arsitektur ini memindahkan sistem penggerak dari Front-Wheel Drive (FWD) menjadi Rear-Wheel Drive (RWD). Perubahan fundamental ini dimungkinkan berkat implementasi platform terbaru yang mereka sebut sebagai e-Platform 3.0 Evo.

Perubahan konfigurasi penggerak roda menjadi RWD ini dirancang dengan tujuan spesifik untuk meningkatkan performa kendaraan. "Pemindahan motor listrik ke poros belakang ini dirancang untuk meningkatkan traksi saat berakselerasi sekaligus memberikan pengendalian yang lebih dinamis," demikian informasi yang diperoleh dari sumber berita.

Dikutip dari Suara, keputusan BYD untuk mengadopsi e-Platform 3.0 Evo ini menjadi kunci utama dalam transformasi mekanis Yuan Plus. Platform baru ini memungkinkan integrasi sistem penggerak roda belakang yang menjanjikan pengalaman berkendara yang lebih responsif.

Dari segi performa, dapur pacu BYD Atto 3 generasi terbaru ini menawarkan opsi motor listrik yang bertenaga. Konsumen dapat memilih antara motor dengan daya maksimal 200 kW atau meningkatkan ke opsi tertinggi yang mampu mencapai 240 kW.

Untuk mengimbangi peningkatan performa tersebut, BYD juga menyematkan teknologi suspensi canggih pada Yuan Plus baru ini. Kendaraan ini dilengkapi dengan suspensi independen MacPherson di bagian depan dan sistem five-link pada bagian belakang untuk menunjang stabilitas.

Stabilitas berkendara juga ditingkatkan melalui serangkaian sistem kontrol elektronik mutakhir. Fitur seperti teknologi DiSus-C untuk kontrol bodi peredam cerdas, iTAC 2.0 untuk mencegah slip, serta TBC sebagai pengontrol stabilitas ketika ban pecah turut disematkan.

Dari sisi daya tahan, kendaraan listrik ini diperkuat dengan Blade Battery generasi kedua yang diklaim mendukung kemampuan pengisian daya super cepat. Varian baterai berkapasitas 57,5 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 540 km.