TREN.BISNISMARKET.COM - Wacana pengenaan pajak kekayaan satu kali sebesar 5% bagi individu super kaya di California, Amerika Serikat, memicu perhatian luas, terutama bagi para miliarder yang bermukim di sana.

Tokoh yang menjadi sorotan adalah Jensen Huang, Pendiri sekaligus CEO Nvidia, yang diprediksi harus menanggung beban finansial signifikan jika kebijakan ini disahkan.

Jika aturan tersebut berlaku, Huang berpotensi harus membayar pajak mencapai hampir US$8 miliar, setara dengan sekitar Rp144 triliun, berdasarkan estimasi kekayaannya saat ini.

Berdasarkan data CNBC per 6 Januari 2026, kekayaan Jensen Huang diperkirakan menyentuh angka US$155 miliar, menjadikannya orang terkaya kesembilan di dunia saat itu.

Dengan perhitungan tersebut, kewajiban pajak yang harus dipenuhi diperkirakan sekitar US$7,75 miliar atau setara Rp129,42 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.700 per dolar AS.

Menanggapi potensi kewajiban pajak yang besar tersebut, Huang justru menunjukkan sikap yang sangat tenang dan tidak mempermasalahkannya.

"Saya bahkan tidak pernah memikirkannya," ujar Jensen Huang saat diwawancarai oleh Bloomberg TV, sebagaimana dikutip dari Jakarta pada Sabtu (3/2/2026).

Ia menegaskan komitmennya untuk mematuhi regulasi perpajakan negara bagian tersebut jika memang kebijakan pajak kekayaan itu benar-benar diberlakukan.

"Kami memilih tinggal di Silicon Valley, dan berapa pun pajak yang ingin diterapkan, tidak masalah bagi saya," kata Jensen Huang.