TREN.BISNISMARKET.COM - Kepadatan lalu lintas dan durasi perjalanan yang panjang seringkali menjadi tantangan besar saat keluarga merencanakan liburan panjang menggunakan kendaraan pribadi. Lonjakan volume kendaraan pada musim liburan menuntut adanya kesiapan performa transportasi yang prima sekaligus efisiensi biaya operasional yang signifikan.

Menyikapi tantangan tersebut, kendaraan hibrida muncul sebagai alternatif yang efektif untuk menekan pengeluaran energi selama menempuh jarak tempuh yang jauh. Dilansir dari Suara, Chery kini merespons kebutuhan pasar Indonesia dengan menghadirkan lini produk yang mengadopsi teknologi Chery Super Hybrid atau CSH.

Inovasi Chery Super Hybrid ini merupakan integrasi cerdas antara kinerja mesin bensin konvensional dengan dukungan motor listrik yang kuat. Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan pengeluaran operasional bagi para pengguna setia Chery di tanah air.

Teknologi CSH diposisikan sebagai solusi mobilitas elektrifikasi yang menjanjikan efisiensi sangat tinggi tanpa menimbulkan kekhawatiran mengenai keterbatasan infrastruktur stasiun pengisian daya umum. Hal ini memberikan kelegaan bagi keluarga yang merencanakan perjalanan lintas kota atau wilayah.

Budi Darmawan Jantania, selaku Vice Country Director Chery Business Unit, menjelaskan berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh penerapan teknologi hibrida ini kepada konsumen di Indonesia.

"Melalui lini Chery Super Hybrid, kami ingin menghadirkan kendaraan yang tidak hanya efisien untuk penggunaan harian, tetapi juga nyaman dan fleksibel untuk menemani perjalanan keluarga saat long weekend," ujar Budi Darmawan Jantania, pada hari Jumat, 29 Mei 2026.

Beliau melanjutkan pemaparannya mengenai filosofi perusahaan dalam mengembangkan produk tersebut: "Sejalan dengan semangat Chery For Family, kami percaya teknologi mobilitas harus mampu mendukung kualitas perjalanan dan kebersamaan keluarga di setiap momen," kata Budi Darmawan Jantania.

Berdasarkan simulasi perhitungan biaya energi per 100 kilometer, jajaran produk CSH menunjukkan performa pembiayaan yang sangat kompetitif di kelasnya. Model TIGGO 9 CSH mencatatkan estimasi biaya operasional sebesar Rp32.683 per 100 km.

Sementara itu, model TIGGO 8 CSH menunjukkan angka biaya operasional yang sedikit lebih tinggi, yakni senilai Rp42.208 per 100 km, sedangkan TIGGO Cross CSH berada di angka Rp61.500 per 100 km. Dikutip dari Suara, perpaduan motor listrik dan mesin pembakaran internal ini menjamin mobilitas jarak jauh tetap berjalan lancar tanpa ketergantungan penuh pada infrastruktur pengisian daya publik.