TREN.BISNISMARKET.COM - Persaingan teknologi global semakin memanas, khususnya dalam upaya China untuk menantang dominasi Amerika Serikat di sektor luar angkasa. Dominasi ini saat ini dipegang oleh SpaceX, perusahaan milik Elon Musk yang telah berhasil menempatkan ribuan satelit internet Starlink di orbit.

Saat ini, China tengah mengintensifkan upayanya untuk merebut pangsa pasar tersebut melalui proyek ambisius bernama SpaceSail. Proyek ini dikembangkan oleh Shanghai Satelitte Technology (SSST) yang bertujuan membangun konstelasi satelit serupa dengan Starlink.

Meskipun SpaceSail saat ini baru memiliki ratusan satelit yang mengorbit Bumi rendah, fokus utama mereka adalah mengisi celah pasar yang tidak dapat dijangkau oleh Starlink. Hal ini menjadi strategi utama China dalam meluaskan jangkauan layanannya secara global.

Blaine Curcio, Pendiri Orbital Gateway Consulting, menyoroti strategi spesifik dari proyek SpaceSail ini. Menurutnya, "SpaceSail sengaja menargetkan tempat yang Starlink menghadapi masalah politik atau regulasi," yang dikutip dari The Guardian pada Rabu (8/7/2026).

Curcio juga memberikan perbandingan menarik antara strategi SpaceSail dengan raksasa otomotif China, BYD. Ia menyamakan langkah SSST dengan produsen mobil listrik tersebut yang memanfaatkan dukungan pemerintah untuk menyalip dominasi pasar dari Tesla secara global.

SSST sendiri merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 2023 dan mendapatkan dukungan signifikan dari lembaga negara, termasuk Akademi Ilmu Pengetahuan China serta Pemerintah kota Shanghai. Dukungan institusional ini menjadi fondasi kuat bagi pengembangan SpaceSail.

Tujuan utama pembentukan SSST adalah menyediakan layanan internet broadband berkecepatan tinggi, yang diklaim aman dan andal, ke seluruh penjuru dunia. Hal ini sejalan dengan ambisi China untuk meningkatkan infrastruktur digital globalnya.

Lan Xinzhen dari Beijing Review menambahkan bahwa SpaceSail juga sangat memperhatikan aspek keamanan nasional dalam operasionalnya. Layanan ini direncanakan akan mendukung proyek luar negeri, perdagangan laut, dan misi diplomatik China, sekaligus mengurangi ketergantungan pada infrastruktur Barat.

Secara finansial, SSST telah menerima pendanaan sebesar 6,7 miliar yuan (sekitar Rp 17,7 triliun) dari lembaga negara. Sementara proyek SpaceSail didanai melalui kombinasi investasi dari pemerintah dan entitas korporasi atau organisasi ekonomi asal China.