TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan energi asal Amerika Serikat, ConocoPhillips, telah mencapai kesepakatan strategis untuk mengakuisisi 42% saham milik BP di BP Energy Company of Kirkuk Limited (BP ECKL). Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mengoptimalkan kembali potensi empat lapangan minyak utama di wilayah Kirkuk, Irak utara.
Kesepakatan bernilai tinggi ini dijadwalkan untuk ditandatangani bertepatan dengan kunjungan resmi Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, ke Washington D.C. Momen ini menandakan sinyal positif bagi investasi asing di sektor energi Irak.
Chairman sekaligus Chief Executive Officer (CEO) ConocoPhillips, Ryan Lance, menegaskan bahwa akuisisi ini selaras dengan filosofi perusahaan dalam mengalokasikan modal secara disiplin. Fokus pada proyek yang memberikan imbal hasil optimal menjadi prioritas utama dalam strategi perusahaan.
"Investasi ini sejalan dengan strategi perusahaan yang berfokus pada alokasi modal secara disiplin," ujar Lance, mengutip pemberitahuan resmi perusahaan. Ia menambahkan, proyek di Kirkuk menawarkan akses terhadap sumber daya migas berkualitas tinggi dengan umur produksi yang panjang.
Lebih lanjut, Lance memaparkan bahwa proyek pengembangan kembali di Kirkuk memenuhi target biaya pasokan (cost of supply) yang telah ditetapkan perusahaan. Hal ini menunjukkan efisiensi dan potensi keuntungan yang signifikan dari aset tersebut.
"Kesempatan pengembangan kembali ini sejalan dengan kerangka investasi disiplin kami. Proyek ini memberikan akses ke basis sumber daya yang besar, berkualitas tinggi, dan berumur panjang, sekaligus memenuhi ambang batas biaya pasokan yang kami tetapkan," jelas Lance.
ConocoPhillips juga memandang program pengembangan lapangan minyak ini mampu menciptakan nilai tambah melalui investasi yang efisien. Pemanfaatan basis produksi yang sudah ada, ditambah dengan potensi eksplorasi baru, diharapkan dapat meningkatkan performa aset secara keseluruhan.
Perusahaan energi asal Amerika ini menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi erat dengan BP dan Pemerintah Irak. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlanjutan revitalisasi lapangan-lapangan minyak bersejarah yang memiliki peran penting bagi perekonomian Irak.
BP ECKL sendiri merupakan pemegang Development and Production Contract (DPC) untuk sejumlah aset vital. Ini mencakup kubah Baba dan Avanah di Lapangan Minyak Kirkuk, serta tiga lapangan lain di wilayah Irak federal: Bai Hassan, Jambur, dan Khabbaz.