TREN.BISNISMARKET.COM - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menekankan betapa krusialnya likuiditas bagi stabilitas industri perbankan dan kesehatan individu. Ia menyamakannya dengan elemen vital yang harus terus mengalir agar sistem dapat berfungsi optimal.

Pesan penting ini disampaikan Destry Damayanti saat membuka Bisnis Indonesia Executive Padel Tournament yang diselenggarakan di Jakarta pada Sabtu, 18 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh para eksekutif perbankan dan pelaku usaha terkemuka.

Dalam sambutannya, Destry Damayanti menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan, tidak hanya dalam ranah bisnis tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Keseimbangan ini menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan.

Di sektor perbankan, likuiditas merupakan aspek fundamental yang selalu menjadi perhatian utama. Tanpa ketersediaan likuiditas yang memadai, aktivitas intermediasi dan operasional perbankan dapat mengalami kendala serius.

"Kalau bank itu mikirnya liquidity. Kalau ekonomi dan bank tidak punya liquidity kan pasti susah," ujar Destry Damayanti, menekankan urgensi likuiditas bagi kesehatan sektor keuangan.

Namun, konsep likuiditas ini tidak terbatas pada institusi keuangan semata. Destry Damayanti menjelaskan bahwa manusia pun membutuhkan "likuiditas" dalam bentuk kesehatan fisik yang prima untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Kita manusia juga mikirnya liquidity itu darah. Bahwa darah itu harus mengalir dalam diri kita. Kalau tidak kita maintain, kita pasti sakit dan sebagainya," jelasnya, mengaitkan likuiditas dengan vitalitas tubuh manusia.

Oleh karena itu, Destry Damayanti memandang kegiatan olahraga bersama seperti padel sebagai sarana efektif untuk menjaga keseimbangan hidup, terutama bagi para profesional dengan kesibukan tinggi. Olahraga menjadi bagian dari konsep work-life balance.

"Olahraga bersama seperti ini menjadi bagian dari work-life balance supaya keseimbangan tubuh kita makin bagus, menjaga liquidity juga tetap sehat, setidaknya dalam tubuh kita," terangnya.