TREN.BISNISMARKET.COM - Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan optimisme terkait percepatan program peremajaan tanaman tebu di Indonesia. Hal ini disampaikan usai menerima laporan langsung dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Program peremajaan tebu ini menjadi sorotan karena telah tertunda selama 12 tahun. Mentan Amran dilaporkan menyatakan kesanggupannya untuk menuntaskan permasalahan ini dalam kurun waktu yang lebih singkat dari perkiraan awal.
Dalam acara Panen Raya Padi, Tebu, dan Kedelai di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026), Presiden Prabowo mengungkapkan rencana awal peremajaan tebu. Program yang dicanangkan adalah 100.000 hektar per tahun, yang diperkirakan akan selesai dalam empat tahun.
Namun, saat dikonfirmasi langsung, Menteri Pertanian memberikan jawaban yang mengejutkan. Mentan Amran menyatakan keyakinannya bahwa peremajaan tebu dapat diselesaikan dalam jangka waktu dua tahun.
"Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, 'Pak, kita bisa dalam dua tahun'," ujar Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan.
Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan komitmen yang ditunjukkan oleh Mentan Andi Amran Sulaiman. Ia berharap inisiatif ini berjalan lancar tanpa mengorbankan kesehatan sang menteri.
"Tapi saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji dua tahun tapi you enggak masuk rumah sakit, ya. Negara dan bangsa masih butuh kau," tegas Presiden Prabowo.
Presiden menekankan pentingnya peran Mentan Amran dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Kehadirannya dianggap krusial untuk memastikan ketersediaan pangan di Indonesia tetap terkendali.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menyentil para jenderal yang hadir. Ia mengingatkan mereka untuk menjaga kesehatan dan tidak jatuh sakit, bahkan berjanji akan berbagi kiat beristirahat yang efektif.