TREN.BISNISMARKET.COM - Pergerakan harga pangan di pasar tradisional pada akhir pekan terpantau bervariasi, mencerminkan dinamika penawaran dan permintaan yang beragam untuk berbagai komoditas. Sejumlah komoditas hortikultura, seperti bawang merah dan bawang putih, serta berbagai jenis cabai merah, masih menunjukkan tren penurunan harga.
Namun, komoditas lain seperti cabai rawit hijau, daging ayam ras segar, dan telur ayam ras segar justru mengalami kenaikan signifikan menjelang akhir pekan. Situasi ini memberikan gambaran kompleks bagi para pedagang dan konsumen dalam merencanakan kebutuhan pangan.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, yang dihimpun hingga Jumat (17/7/2026), menunjukkan bahwa harga beras secara umum relatif stabil. Beras kualitas bawah I mencatat kenaikan tipis sebesar 0,34% menjadi Rp14.750 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas bawah II tetap bertahan di angka Rp14.550 per kilogram. Kestabilan juga terlihat pada beras kualitas medium I dan II yang masing-masing berada di Rp16.350 dan Rp16.150 per kilogram, serta beras kualitas super I dan II di Rp17.650 dan Rp17.150 per kilogram.
Di kelompok komoditas bawang, harga bawang merah ukuran sedang mengalami penurunan sebesar 4,05%, kini diperdagangkan seharga Rp43.800 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang juga terpantau menurun 1,8%, menjadi Rp43.750 per kilogram.
"Bawang merah ukuran sedang turun 4,05% menjadi Rp43.800 per kilogram," menurut data PIHPS Bank Indonesia.
Untuk kelompok cabai, tren penurunan harga masih mendominasi. Cabai merah besar turun 2,87% menjadi Rp47.450 per kilogram, cabai merah keriting turun 4,32% menjadi Rp46.500 per kilogram, dan cabai rawit merah turun 4,34% menjadi Rp57.250 per kilogram.
"Cabai merah besar turun 2,87% menjadi Rp47.450 per kilogram," demikian tercatat dalam data PIHPS Bank Indonesia.
Berbanding terbalik dengan jenis cabai lainnya, cabai rawit hijau justru mencatat kenaikan harga sebesar 5,26%, mencapai Rp53.000 per kilogram. Kenaikan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong variasi harga pangan akhir pekan.