TREN.BISNISMARKET.COM - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), salah satu emiten terkemuka di sektor perunggasan terintegrasi, telah mengumumkan rencana pembagian dividen tunai yang substansial untuk tahun buku 2025. Alokasi dana jumbo ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap dukungan para pemegang sahamnya.
Keputusan pembagian keuntungan ini diperoleh melalui persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2026. Penetapan ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor.
Total dana yang disiapkan untuk dividen mencapai Rp2,95 triliun, yang setara dengan pembagian sebesar Rp180 per lembar saham yang dimiliki. Distribusi ini mencerminkan proporsi yang signifikan dari total laba bersih perusahaan pada tahun 2025.
Pembagian dividen ini diperkirakan akan menyerap sekitar 51% hingga 52% dari keseluruhan laba bersih yang berhasil dikumpulkan oleh perseroan sepanjang tahun 2025. "Jumlah pembayaran ini mengambil porsi sekitar 51% hingga 52% dari keseluruhan laba bersih yang dikantongi perseroan sepanjang tahun 2025," demikian informasi yang diperoleh.
Dilansir dari Stocksetup, estimasi dividend yield untuk saham CPIN diperkirakan berada di kisaran 4%, dengan asumsi harga saham bergerak di level Rp4.200-an. Investor yang tertarik menerima pembayaran ini perlu memperhatikan lini masa transaksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk memiliki sejarah panjang, didirikan pada tahun 1972 dan mulai terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 1991. Perusahaan ini merupakan bagian integral dari Charoen Pokphand Group yang berbasis di Thailand.
Struktur kepemilikan saham mayoritas perusahaan ini saat ini dikendalikan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Group bersama dengan keluarga Jiaravanon yang berasal dari Thailand. Aktivitas operasional CPIN mencakup spektrum luas mulai dari produksi pakan ternak, pembibitan ayam (DOC), peternakan ayam pedaging (broiler), hingga industri makanan olahan.
Saat ini, segmen penjualan ayam pedaging masih menjadi kontributor pendapatan terbesar bagi perseroan, meskipun lini usaha manufaktur pakan ternak menunjukkan kurva pertumbuhan yang sangat signifikan selama periode 2025. Tren pemulihan kinerja bisnis CPIN terlihat sangat kuat sejak tahun 2025 hingga memasuki kuartal awal tahun 2026.
Perbaikan harga komoditas ayam di pasar serta ekspansi yang dilakukan di sektor pakan ternak disebut sebagai faktor utama yang mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,6 triliun pada tahun 2025, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.