TREN.BISNISMARKET.COM - Media sosial telah membuktikan dirinya sebagai katalisator utama dalam dunia bisnis modern, memungkinkan pelaku usaha menjangkau pasar yang jauh lebih luas. Platform digital ini membantu membangun kesadaran merek secara organik sekaligus memfasilitasi interaksi langsung yang lebih intensif dengan konsumen.
Pemanfaatan teknologi ini terbukti mampu menekan anggaran pemasaran sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan pembelian, terutama melalui ulasan dan konten yang interaktif. Keberhasilan ini terekam jelas dalam kisah inspiratif Irene Yandi Sandrika, seorang pelaku usaha kuliner yang berasal dari Gresik, Jawa Timur.
Irene berhasil mencatatkan pencapaian fantastis, membukukan omzet hingga mencapai miliaran rupiah dengan penjualan sop buah yang bahkan pernah mencapai lebih dari 4.000 gelas dalam satu hari. Kisah ini dikutip dari pemberitaan Media Indonesia yang menyoroti transformasi bisnisnya.
Sebelum menapaki puncak kesuksesan di industri kuliner, Irene pernah melalui masa-masa sulit menyambung hidup. Ia diketahui pernah berprofesi sebagai penjual kopi bungkusan secara keliling di area lampu merah untuk bertahan hidup.
Perubahan signifikan mulai terjadi ketika Irene memutuskan memanfaatkan kekuatan media sosial untuk mempromosikan dagangan utamanya, yaitu sop buah. Ia memulainya dengan sederhana melalui platform Facebook.
"Dengan bermain media sosial di Facebook, saya mempromosikan dagangan sop buah. Berjalannya waktu makin dikenal orang dan memutuskan buka lapak sop buah di pinggir jalan dengan tempat seadanya," jelas Irene pada Kamis (21/5/2026).
Selain fokus pada sop buah yang menjadi primadona, ibu dari tiga anak ini terus mengembangkan portofolio bisnisnya. Ia turut menyediakan menu pelengkap seperti salad buah dan berbagai macam produk frozen food hasil bakaran.
Di tengah kesibukan mengelola lapak dagangannya, Irene secara konsisten mendokumentasikan setiap aktivitas kesehariannya dalam berbisnis. Dokumentasi ini kemudian ia olah menjadi konten kreatif yang diunggah ke dunia maya.
"Sekitar 2018 saya membuat konten keseharian berjualan di medsos yaitu TikTok dan Instagram, tidak disangka konten-konten saya FYP (viral) dan banyak dikenal orang karena setiap kegiatan pekerjaan, saya unggah di konten," ungkap Irene mengenai awal mula popularitas kontennya.