TREN.BISNISMARKET.COM - Aplikasi layanan transportasi daring terkemuka, Gojek dan Grab Indonesia, telah mengumumkan penerapan skema bagi hasil baru yang lebih menguntungkan bagi mitra pengemudinya. Mulai 1 Juli 2026, skema ini menetapkan 92% pendapatan akan diterima oleh driver, sementara 8% menjadi hak aplikator, khusus untuk layanan roda dua.
CNBC Indonesia melakukan penelusuran di Jakarta untuk menggali respons langsung dari para pengemudi ojek online (ojol) dari kedua platform tersebut mengenai kebijakan yang akan datang ini. Para pengemudi mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima informasi mengenai perubahan pembagian keuntungan ini.
Meski telah mengetahui adanya skema baru, para mitra pengemudi mengaku belum sepenuhnya memahami detail teknis perhitungan bagi hasil yang akan diterapkan nanti. Mereka menyuarakan harapan agar mekanisme perhitungan ke depan dapat lebih transparan dibandingkan mekanisme sebelumnya yang dianggap melebihi batas 20% dari ketentuan.
Salah satu pengemudi Gojek menyampaikan harapannya terkait pengawasan kebijakan ini, "Mudah-mudahan di bawah pemerintahan ada yang pantau, selama ini aplikator berdiri sendiri aja. Bener enggak hitungannya, lebih transparan," ujar seorang driver Gojek.
Banyak pengemudi harus bekerja keras dalam waktu yang panjang untuk mencapai target pendapatan harian yang memadai. Beberapa dari mereka mengaku bekerja lebih dari 10 jam demi menyelesaikan 20 hingga 30 perjalanan, menghasilkan pendapatan sekitar Rp250.000 hingga Rp300.000 per hari.
Dengan pendapatan tersebut, mereka berusaha menutupi biaya operasional seperti bensin dan kebutuhan makan sehari-hari, menyisakan sedikit untuk dibawa pulang kepada keluarga. Sementara itu, pengemudi lain mengungkapkan tantangan yang lebih besar, terkadang hanya mampu menyelesaikan sekitar 10 perjalanan dengan penghasilan sekitar Rp100.000.
Bagi kelompok pengemudi yang pendapatannya lebih fluktuatif, potongan baru sebesar 8% ini diharapkan dapat membantu menutupi biaya pengeluaran harian mereka selama bertugas. "Iya bisa menutupi lah kurang lebihnya," jelas driver lainnya.
Namun, muncul pula respons yang tak terduga dari segelintir pengemudi yang menyatakan bahwa mereka tidak terlalu memikirkan secara mendalam mengenai penurunan potongan menjadi 8%. Tiga pengemudi yang ditemui menyatakan akan tetap menjalankan pekerjaan seperti biasa, terlepas dari perubahan persentase komisi tersebut minggu depan.
Seorang pengemudi Grab menunjukkan sikap pasrahnya terkait kebijakan perusahaan, "Saya mah terserah Grab aja, mau turunkan bagaimana ya. Kami usahanya begini, ya gini aja," jelas seorang driver Grab.