TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah celah keamanan serius, yang dikenal sebagai HermeticReader (CVE-2026-48294), telah teridentifikasi pada ekstensi Adobe Acrobat PDF yang terpasang di peramban web. Kerentanan ini membuka potensi bagi situs-situs berbahaya untuk mengakses percakapan pribadi pengguna WhatsApp Web.
Pengguna WhatsApp Web yang juga menginstal ekstensi Adobe Acrobat PDF di peramban mereka kini diimbau untuk lebih waspada. Ancaman ini memungkinkan situs jahat untuk tidak hanya membaca pesan, tetapi juga berpotensi mengambil alih akun WhatsApp Web.
"Yang menjadi masalah bukanlah aplikasi Adobe Acrobat Reader yang terpasang di komputer Anda, melainkan ekstensi Adobe Acrobat PDF di peramban (ID ekstensi: efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj)," jelas Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom. Pernyataan ini penting untuk memastikan fokus perbaikan tidak salah sasaran.
HermeticReader muncul setelah Adobe mengintegrasikan fitur pengolahan dokumen PDF langsung ke dalam WhatsApp Web, sebuah fitur yang diumumkan pada 30 April 2026. Mesin integrasi ini kemudian disalurkan melalui ekstensi Adobe Acrobat versi 26.5.2.1 pada 3 Juni 2026.
Tim peneliti dari Guardio Labs menemukan rantai kerentanan yang dapat mengeksploitasi integrasi tersebut kurang dari empat jam setelah versi ekstensi itu dirilis. Laporan dari Guardio Labs kemudian diteruskan kepada Adobe Product Security Incident Response Team (PSIRT).
Adobe sigap menindaklanjuti laporan tersebut dengan merilis versi perbaikan 26.5.2.3 pada akhir pekan yang sama. Kerentanan CVE-2026-48294 sendiri dipublikasikan ke National Vulnerability Database pada 17 Juni 2026 dengan skor CVSS 7,4.
Rantai serangan HermeticReader digambarkan sangat sederhana namun berlapis. Penyerang tidak memerlukan malware, kata sandi, atau bahkan pencurian cookie sesi milik korban. Cukup dengan memancing korban untuk mengunjungi situs berbahaya saat ekstensi versi rentan masih terpasang, celah dapat dieksploitasi.
"Celah ini tidak lahir dari teknik eksploitasi yang canggih. Ia lahir dari sekumpulan jalan pintas biasa di bagian yang jarang diperiksa orang: cara komponen ekstensi saling berkirim pesan, cara data disimpan, dan cara flag fitur dievaluasi," ungkap Alfons Tanujaya.
Masalah utama terjadi karena beberapa halaman internal ekstensi dapat dimuat oleh situs lain melalui mekanisme iframe. Halaman tersebut kemudian membaca data berformat JSON dari alamat URL dan meneruskannya ke service worker milik ekstensi Adobe.